Menko Airlangga: Kebijakan Hilirisasi Jadi Tumpuan Lepas dari Middle Income Trap
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan hilirisasi dapat menjadi penopang lepasnya Indonesia dari middle income trap atau jebakan pendapatan kelas menengah. Dia mengatakan hilirisasi berjalan sesuai rencana pemerintah.
“Kebijakan hilirisasi yang dilakukan pemerintah ini berjalan dengan baik, di mana kita ekspor dari hilirisasi sudah mendekati US$ 30 miliar,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Airlangga mengatakan pemerintah juga melirik industri berbasis digital ke depannya. Industri ini termasuk pengembangan bisa menjadi andalan pertumbuhan ekonomi lanjutan. “Dan komoditas paling utama di sana adalah semikonduktor,” kata dia.
Baca Juga
Untuk itu, kata dia, Indonesia akan mendorong semikonduktor untuk kembali masuk dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi. Ini karena Indonesia punya bahan baku silika untuk power dan photovoltaic.
“Dan juga punya sumber daya manusia yang kuat dan beberapa dari SDM Indonesia sudah ada yang menjadi bagian dari supply chain semikonduktor. Termasuk anak-anak muda di Bandung yang menjadi bagian dari microchip designer dari NVIDIA,” ujar dia.
Airlangga mengatakan pengembangan SDM di digital Indonesia menggandeng Microsoft, Amazon, King College dan Monash University juga sedang mempersiapkan untuk pengembangan undergraduate di kawasan ekonomi khusus yang berada di BSD.
Baca Juga
2 Hal Ini Dikhawatirkan Bakal Gerus Nilai Tambah Ekonomi Hilirisasi Nikel
Selain itu, kata Airlangga, pemerintah juga sedang mempertajam pengembangan hilirisasi dari gas alam dan agrikultur termasuk sawit. “Sekarang kita akan dorong untuk pengembangan bioavtur karena untuk di teknologi penerbangan itu juga membutuhkan renewable energy ke depan,” ujar dia.
Airlangga mengatakan pemerintah akan terus melakukan pengembangan di sektor kesehatan di mana kawasan ekonomi khusus di Sanur, Bali. Kemudian kawasan ekonomi khusus kesehatan di Batam sedang dipersiapkan untuk menciptakan center of excellence di kesehatan tersebut.

