Dihadapan OECD, Menko Airlangga Ungkap Kiat Indonesia ke Luar dari Middle Trap Income
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk ke luar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Pernyataan tersebut diutarakan dihadapan duta besar dari 33 negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
“Kerja sama OECD yang lebih erat akan mewujudkan banyak ambisi kami dengan terbukanya perdagangan dan investasi, terutama terhadap teknologi dan inovasi, serta membuka akses pasar bagi ekspor,” kata Airlangga, di Langham Hotel, Jakarta, Rabu (28/02/2024).
Baca Juga
OECD: India, Indonesia, dan China Tetap Jadi Penopang Ekonomi Dunia 2024-2025
Airlangga mengatakan, untuk ke luar dari jebakan pendapatan kelas menengah, ekonomi perlu tumbuh minimal 6-7% untuk 20 tahun mendatang. “Fokus jangka menengah Indonesia adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing internasional agar memiliki PDB yang lebih tinggi,” ujar dia.
Dia melanjutkan, kerja sama dengan OECD dapat meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, dan infrastruktur. Selain itu, hubungan ini dapat meningkatkan investasi di industri masa depan yang sedang berkembang di Indonesia.
“Semua ini penting untuk mewujudkan pertumbuhan dan ketahanan yang inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan,” kata dia.
Airlangga memaparkan, komitmen Indonesia untuk meningkatkan integrasi karena konektivitas. Komitmen ini menjadi dasar bagi stabilitas dan kemakmuran internasional. “Anggota OECD mengakui peran kami sebagai pemain global yang berkembang dan signifikan,” ucap dia.
Komitmen Indonesia di dunia internasional, kata Airlangga, ditunjukkan selama Kepresidenan G20 pada 2022. Dia juga menyebut Indonesia menunjukkan komitmen menjaga dialog di kawasan ASEAN.
Baca Juga
Indonesia Sasar Jadi Anggota OECD, Kemenperin Pacu Transformasi Digital
“Di tengah guncangan geopolitik (perang Rusia-Ukraina) yang memecah belah. Kami melakukan ini sambil menangani prioritas global, termasuk kesehatan, dan ketahanan pangan, transisi menuju energi ramah lingkungan, serta transformasi digital,” ujar dia.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyebut OECD telah memutuskan untuk memulai tahapan diskusi aksesi atas permintaan Indonesia untuk menjadi anggota organisasi dengan anggota 38 negara ini. Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann mengatakan keputusan membuka pintu ini terwujud setelah penilaian anggota OECD berdasar evidence-based Framework for the Consideration of Prospective Members.
"Keputusan Anggota OECD hari ini adalah sesuatu yang bersejarah. Pengajuan dari Indonesia adalah yang pertama di Asia Tenggara, salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling dinamis di dunia," kata Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, dalam keterangan resmi yang dibagikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (22/02/2024).

