PNBP Diproyeksi Topang Pendapatan Negara 2024
JAKARTA, investortrust.id - Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) diproyeksi menjadi salah satu tumpuan pendapatan negara pada 2024. PNBP diperkirakan akan mencapai Rp 549,1 triliun atau 111,6% dari target APBN yang sebesar Rp 492 triliun.
“PNBP akan tercapai Rp 549,1 triliun atau di atas target 111,6% dari target APBN atau dalam hal ini tetap tumbuh negatif 10,4%. Karena tahun lalu, memang PNBP sangat tinggi,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Selain PNBP, penerimaan yang tumbuh positif yaitu hibah. Penerimaan dari sektor ini naik hingga 8.110,3% akibat pemilihan kepala daerah (pilkada). Penerimaan hibah yang naik hingga Rp 34,5 triliun itu bersumber dari hibah pemerintah daerah dan hibah luar negeri.
Baca Juga
Sisanya, penerimaan dari pajak dan kepabean serta bea cukai justru mengalami kelesuan. Sri Mulyani mengatakan pendapatan dari pajak hanya akan tercapai Rp 1.921,9 triliun.
“Sedikit di bawah target yaitu 96,6%. (Tapi) masih tumbuh positif 2,9%,” kata dia.
Sementara itu, penerimaan kepabean dan cukai mencapai Rp 296,5 triliun atau 92,4% dari target. Meski tak sampai 100% dari sasaran, angka ini tumbuh 3,5% secara tahunan.
Baca Juga
“Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 2.802,5 triliun. Masih tumbuh tipis 0,7%,” kata dia.
Sementara itu, belanja negara diperkirakan membengkak menjadi sebesar Rp 3.412,2 triliun, atau 102,6% dari target dalam APBN 2024 sebesar Rp 3.325,1%. Inilah yang menyebabkan defisit APBN terkerek dari yang semula dirancang dalam APBN 2024 senilai Rp 522,8 triliun atau hanya sebesar 2,29% dari PDB, menjadi sebesar Rp 609,7 triliun, atau 2,7% dari PDB.

