Rupiah Dibuka Menguat Tipis di Awal Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak menguat tipis dalam pembukaan perdagangan Senin (8/7/2024) pagi. Dilansir dari Yahoo Finance, pada pukul 09.00 WIB mata uang rupiah berada di level Rp 16.264 per dolar AS. atau menguat 11 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yakni Rp 16.275 per dolar AS.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, pergerakan tersebut terjadi ketika laporan perekonomian Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Sehingga hal itu memperkuat spekulasi penurunan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).
"Sementara itu, data inflasi konsumen pada tanggal 24 Juni akan diteliti pada minggu ini untuk memandu prospek suku bunga lebih lanjut," kata Andry dalam keterangannya, Senin (8/7/2024).
Baca Juga
Cadev Naik, Rupiah Berbalik Ditutup Perkasa dan Investor 'Lepas' Dolar
Kemudian ia menambahkan perekonomian AS menambahkan 206 ribu pekerjaan pada bulan Juni 2024, sedikit di bawah angka yang direvisi turun sebesar 218 ribu pada bulan Mei 2024 dan di atas perkiraan sebesar 190 ribu. Data untuk bulan Mei direvisi jauh lebih rendah dari angka awal 272 ribu dan data bulan April juga direvisi turun sebesar 57 ribu menjadi 108 ribu.
"Dengan revisi ini, jumlah lapangan kerja pada bulan April dan Mei jika digabungkan adalah 111 ribu lebih rendah dari yang dilaporkan sebelumnya," sambungnya.
Selain itu tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,1% pada 24 Juni, tertinggi sejak 21 November, naik dari 4% pada bulan sebelumnya dan mengejutkan ekspektasi pasar, yang memperkirakan tingkat pengangguran tidak akan berubah. Menurutnya pekan ini perhatian akan tertuju pada rilis data CPI dan PPI untuk bulan Juni 2024, diikuti oleh kesaksian setengah tahunan Ketua Federal Reserve Powell mengenai kebijakan moneter di Komite Perbankan Senat.
Baca Juga
Pasar AS Libur, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.334/USD Hari Jumat Ini
Sebelumnya kurs Mandiri mencatat mata uang rupiah pada Jumat (5/7/2024) lalu terapresiasi sebesar 0,3% ke Rp 16.278/USD, namun terdepresiasi sebesar 5,7% secara year to date. Sedangkan untuk perdagangan hari ini, Ekonom Mandiri tersebut memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.245 hingga Rp 16.310 per dolar AS.

