Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Sentimen The Fed Masih Membayangi
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (14/11/2025). Berdasarkan data pasar spot Bloomberg pukul 09.47 WIB, rupiah naik 12 poin atau 0,07% ke level Rp 16.716 per US$.
Penguatan rupiah terjadi meski indeks dolar AS (DXY) masih berada di level kuat, yakni 99,19. Kenaikan DXY ini tidak menghalangi sejumlah mata uang Asia untuk menguat. Yuan China tercatat menguat tipis 0,01%, sementara won Korea Selatan menguat 0,44% terhadap dolar AS.
Baca Juga
Sebaliknya, ringgit Malaysia melemah 0,13% setelah beberapa hari menguat. Dolar AS juga menekan rupee India sebesar 0,04%. Di sisi lain, euro zona Eropa menguat tipis 0,01%, sedangkan poundsterling terkoreksi 0,32%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai investor kini mencermati arah perekonomian AS menjelang rilis data ekonomi terbaru. Pasar juga berada dalam mode wait and see terhadap dinamika kebijakan The Fed yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik Tipis 6 Poin, Saham KDTN dan PURI Perkasa di Awal Transaksi
Pada Kamis (13/11/2025), mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Hang Seng naik 0,6% ke 27.072, sementara Nikkei menguat 0,4% ke 51.282, setelah penutupan pemerintah AS selama 43 hari berakhir. Namun IHSG justru terkoreksi 0,2% ke 8.372, tertekan oleh pelemahan saham sektor industri dan teknologi.
“Investor kini memfokuskan perhatian pada prospek pergerakan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia,” ujar Andry.

