Rupiah Terpuruk, Harga Seluruh Produk Sharp Naik hingga 6%
Reporter | Sarah Hutagaol
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Seluruh produk PT Sharp Electronics Indonesia mengalami kenaikan harga. imbas dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini terus terjadi. Kurs rupiah kini berada di sekitar Rp 16.300 hingga Rp 16.400 per USD.
National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo mengungkapkan, pihaknya sudah menaikkan harga seluruh produk Sharp sejak April 2024. Jika diakumulasikan, maka total kenaikan dari Januari 2024 hingga saat ini mencapai 5-6%.
"Kalau dari bulan Januari mungkin sudah 5-6% (untuk) seluruh produk," ucap Andri saat ditemui usai peluncuran produk Purefit Mini di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Kendati demikian, Andri menjelaskan bahwa kenaikan produk-produk Sharp tersebut dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus keseluruhannya. Untuk Juli 2024 ini, ia menyebutkan kenaikannya berkisar 1-2%.
"Tapi memang enggak berasa, 1-2% di bulan ini saja. Tapi ganti-gantian, bertahap ya (produknya), membuat konsumen enggak sadar saja pokoknya," tuturnya.
Lebih lanjut, Andri mengatakan, Sharp Indonesia sudah menaikan produknya sejak April tahun ini dikarenakan melihat perkembangan perekonomian secara global. Ia memprediksi nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar.
"Kita prediksi rupiah sudah enggak sehat. Karena kita melihat global ya, kebijakan The Fed, politik dunia, perang segala macam, kita melihat enggak sehat. Bukan cuma dolar, kita melihat tren material, minyak bumi, besi, tembaga, plastik, logistk itu kita sudah naikin (harga) bertahap," tandas Andri.
National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo mengungkapkan, pihaknya sudah menaikkan harga seluruh produk Sharp sejak April 2024. Jika diakumulasikan, maka total kenaikan dari Januari 2024 hingga saat ini mencapai 5-6%.
"Kalau dari bulan Januari mungkin sudah 5-6% (untuk) seluruh produk," ucap Andri saat ditemui usai peluncuran produk Purefit Mini di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Powell Akui Inflasi AS Tren Turun, Rupiah Rebound Rabu Hari ini
Kendati demikian, Andri menjelaskan bahwa kenaikan produk-produk Sharp tersebut dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus keseluruhannya. Untuk Juli 2024 ini, ia menyebutkan kenaikannya berkisar 1-2%.
"Tapi memang enggak berasa, 1-2% di bulan ini saja. Tapi ganti-gantian, bertahap ya (produknya), membuat konsumen enggak sadar saja pokoknya," tuturnya.
Baca Juga
Ribuan Buruh Demo Tolak Aturan Impor Baru dan Jasa Kurir Platform Marketplace, Ini 7 Tuntutannya
Lebih lanjut, Andri mengatakan, Sharp Indonesia sudah menaikan produknya sejak April tahun ini dikarenakan melihat perkembangan perekonomian secara global. Ia memprediksi nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar.
"Kita prediksi rupiah sudah enggak sehat. Karena kita melihat global ya, kebijakan The Fed, politik dunia, perang segala macam, kita melihat enggak sehat. Bukan cuma dolar, kita melihat tren material, minyak bumi, besi, tembaga, plastik, logistk itu kita sudah naikin (harga) bertahap," tandas Andri.
