Bappenas: Ekonomi Sirkular Berpotensi Tingkatkan PDB Hingga Rp 638 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mendorong penerapan ekonomi sirkular agar semakin masif di Indonesia sebagai salah satu upaya mewujudkan ekonomi hijau.
Ia menjelaskan implementasi ekonomi sirkular dengan sendirinya akan mendorong penerapan refuse, rethink, reduce, reuse, repair, refurbish, remanufacture, repurpose, recycle dan recover, yang mencakup intervensi di seluruh value chain.
Menurutnya penerapan ekonomi sirkular memiliki lima sektor prioritas. Di antaranya adalah pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi dan tekstil.
"Penerapan itu akan memberikan manfaat peningkatan PDB (produk domestik bruto) hingga Rp 638 triliun pada tahun 2030," kata Suharso saat memberikan pidato kunci pada Green Economy Expo 2024 di Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Lalu ia menyebut penerapan ekonomi sirkular bermanfaat terhadap terciptanya 4,4 juta lapangan kerja hijau hingga tahun 2034 dengan 75% adalah tenaga kerja perempuan. Selain itu manfaat lain adalah dapat mengurangi timbunan limbah sebesar 18-52% dibandingkan jenis usaha pada umumnya.
"Dan berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 126 juta CO2," sambungnya.
Kemudian disampaikan oleh Kepala Bappenas, pengendalian susut dan sisa pangan atau food loss and waste, menjadi salah satu strtaegi intervensi prioritas. Menurutnya strategi ini dapat menekan jumlah timbunan sampah hingga separuh yang ada saat ini, serta mencegah risiko kehilangan ekonomi mencapai Rp 551 triliun atau setara 4-5% PDB Indonesia.
"Pemanfaatan sisa pangan yang layak konsumsi juga dapat memenuhi kebutuhan energi setidaknya sebanyak 62% dari total penduduk yang kekuarangan energi, juga berkontribusi terhadap penurunan 7,29% emisi gas rumah kaca," tuturnya.
Sebagai catatan, ekonomi sirkular merupakan model ekonomi yang bertujuan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya, mendesain suatu produk agar memiliki daya guna selama mungkin, dan mengembalikan sisa proses produksi dan konsumsi ke dalam rantai nilai.
Sementara itu pada tahun 2023 lalu Bappenas sendiri telah menghitung tingkat ketercapaian ekonomi sirkular oleh pemerintah dan pelaku usaha. Hasilnya menunjukkan capaian ekonomu sirkular untuk 5 sektor adalah, tingkat input material sirkular 9%, tingkat daya tahan produk 4% dan tingkat daur ulang 5%.
"Capaian tersebut sangat rendah jika dibandingkan negara lain, diperlukan penguatan, perencanaan dan strategi untuk unlocking berbagai manfaat yang telah dipetakan dengan mengacu pada framework tadi," tandas Suharso.

