Wamenkeu Beberkan Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Perubahan Iklim
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam penanganan isu perubahan iklim. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa komitmen ini tertuang dalam sisi pengelolaan anggaran APBN, yang mendukung keberlanjutan ekonomi hijau dan pengelolaan perubahan iklim berdasarkan prinsip just and affordable transition.
“Dalam anggaran kami menguraikan komitmen terhadap ekonomi hijau dalam tiga bagian terpenting. Setiap anggaran negara memiliki tiga bagian penting yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Saya ingin menunjukkan sedikit tentang komitmen terhadap lingkungan dan transisi ekonomi,” ungkap Wamenkeu dalam keterangan usai menghadiri acara Peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia oleh Decarbonization for Development Lab CSIS Indonesia di Jakarta, Senin (1/7/2024).
Baca Juga
CCS Disebut Jadi Cara Paling Efektif Turunkan Emisi Karbon dan Genjot Perekonomian
Dari sisi pendapatan, APBN tidak hanya mengumpulkan penerimaan negara yang akan digunakan sebagai belanja, termasuk untuk mendukung ekonomi hijau. Namun, kebijakan pendapatan negara juga digunakan untuk memberikan insentif dan disinsentif bagi aktivitas ekonomi, termasuk yang terkait dengan penanganan perubahan iklim dan penurunan emisi karbon.
"Berbagai insentif sudah diberikan pemerintah. Ini seperti insentif pajak untuk kendaraan listrik, pembebasan bea masuk investasi energi terbarukan, dan insentif untuk teknologi ramah lingkungan lainnya," paparnya.
Belanja Perubahan Iklim
Dari sisi belanja, komitmen ditunjukkan dengan alokasi belanja perubahan iklim. Sejak 2016, pemerintah mengeluarkan kebijakan Climate Budget Tagging yang didasarkan pada kesadaran atas kebutuhan anggaran dalam penanganan iklim.
Baca Juga
Sementara pada sisi pembiayaan, Indonesia aktif mengembangkan instrumen pembiayaan yang mendukung ekonomi hijau. Ini seperti Green Sukuk, SDGc Bond, dan Blue Bond. Indonesia menjadi pionir yang mengombinasikan pembiayaan hijau dan sukuk.
Selain melalui APBN, lanjut dia, Indonesia juga membangun platform untuk menarik dan mengelola dana sektor swasta. Hal ini diantaranya dengan program Energy Transition Mechanism dan inisiatif Just Energy Transition, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
“Kita perlu untuk mewujudkan ekonomi hijau dan keberlanjutan. Kita wujudkan untuk menuju ke transisi. Ini bukan sesuatu yang tercapai dalam waktu singkat,” tandas Wamenkeu.
