Ini Alasan Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah Rp 15.300-15.900/USD
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah mengusulkan asumsi makro untuk nilai tukar rupiah berada di rentang Rp 15.300 hingga Rp 15.900/USD. Usulan ini telah disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPR.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, usulan tersebut mempertimbangkan banyak faktor. Bukan hanya dengan durasi sehari atau sepekan.
“Tetapi, durasinya ini sampai dengan akhir 2025. Itu yang memang kita kelola bersama,” kata Febrio, di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga
Perry: BI Rate Dipertahankan 6,25%, Yakin Rupiah ke Depan Menguat
Febrio mengatakan, faktor suku bunga global masih menjadi rujukan utama dari penetapan rentang kurs di asumsi makro APBN 2025 tersebut. Dia mengatakan, kondisi global masih cukup ketat.
Pertimbangkan Langkah The Fed
Febrio mengatakan, salah satu yang dipertimbangkan adalah langkah The Fed dalam menurunkan suku bunga acuan Amerika Serikat. Dia mengatakan, bank sentral negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu diprediksi menurunkan suku bunga pada September 2024.
“Jadi kita melihat konsesus pasar dan data-data yang masuk dalam beberapa waktu terakhir, itu konsisten ke arah sana,” ujar dia.
Baca Juga
Sisi lain pertimbangan yaitu The Fed juga diperkirakan kembali memangkas suku bunga pada 2025. Pertimbangan ini, kata dia, telah dikonsultasikan dan dikolaborasikan dengan Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas rupiah.
“Jadi ini terkait tentang apa yang menjadi strategi dari BI, yang kami akan dukung,” kata dia.
Baca Juga
Wajah Muram Bank Sentral Rawan Tekanan Politik, Harus Direvisi
Febrio menjelaskan rentang rupiah yang ditetapkan juga mempertimbangkan pasar global. Penetapan rentang rupiah dibuat agar kredibilitas ekonomi Indonesia terjaga.
“Kredibilitasnya itu yang tentu kami kolaborasikan terus dengan BI. Dan tampaknya, kita memang saat ini mengalami tekanan, akan tetapi dalam medium term ini untuk APBN 2025, jadi kita horizonnya agak panjang,” ujar dia.

