BKF Konservatif Tetapkan Asumsi Kurs Rupiah 2026
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menjelaskan alasan pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah untuk 2026 sebesar Rp 16.500 hingga Rp 16.900 per dolar Amerika Serikat karena memilih bersikap konservatif. Pada hari ini, kurs rupiah menguat dari Rp 16.455 per dolar AS pada 19 Mei 2025 menjadi Rp 16.406 per dolar AS.
“Sekarang kita sudah melihat volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ini dampak ketidakpastian global,” kata Febrio di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (20/05/2025).
Baca Juga
Ini Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2026, Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,2-5,8%
Range Masih Lebar
Meski begitu, angka ini masih akan terus menjadi pembahasan dengan DPR. Pada periode menjelang pembahasan itu, BKF juga mencermati situasi yang ada dan akan membuat keputusan secara konservatif dan kredibel.
“Nanti menjelang kami menyusun RAPBN, kita harus memutuskan titiknya di mana. Nah, ini masih dalam range yang cukup besar,” ujar dia.
Baca Juga
Net Buy Saham di BEI Hari Ini Terhenti, Lima Saham Ini Berbalik Diobral
Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dipaparkan proyeksi perkembangan nilai tukar rupiah. Pada 2027 hingga 2029, rupiah diproyeksikan berada di range Rp 15.700 hingga Rp 16.900 per dolar AS.
Sementara berdasarkan angka asumsi makro 2025, nilai tukar mata uang Garuda terhadap dolar AS tercatat sebesar Rp 16.000. Sedangkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat, rupiah menguat 49 poin dari Rp 16.455 per dolar AS pada 19 Mei 2025 ke Rp 16.406 Selasa sore.

