BKF: Subsidi Energi Ungkit Pertumbuhan Ekonomi, Antisipasi Pelemahan Kurs
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menyebut pemberian subsidi energi dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi. Sebab, pemberian subsidi energi dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Subsidi BBM bentuknya terbuka, jadi dinikmati oleh semua masyarakat. Pelaku ekonomi juga memanfaatkan itu jadi berdampak terhadap daya beli, jadi sudah jelas dampaknya positif,” kata Febrio saat ditemui di komplek parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Meski begitu, depresiasi rupiah mendorong BKF melakukan antisipasi. Febrio mengatakan berdasarkan prognosis, depresiasi rupiah menyebabkan subsidi energi dan kompensasinya bengkak ke Rp 37,1 triliun sepanjang tahun ini.
Baca Juga
Naik 3,7%, Belanja Subsidi Energi Tembus Rp 77,8 Triliun hingga Mei 2024
Febrio mengatakan besarnya subsidi energi akan sangat dipengaruhi dengan harga dari harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Oil Price/ICP) dan perkembangan nilai tukar rupiah. “Di sisi lain ada kurs-nya yang saat ini sudah melemah dibandingkan asumsi APBN jadi itu sekitar year-to-date 6% (naiknya) itu yang kami antisipasi,” ujar dia.
Febrio mengatakan tambahan anggaran belanja negara yang total sudah mencapai Rp 87,1 triliun mengakomodasi subsidi dan kompensasi energi. Dia mengatakan total anggaran itu diperoleh berdasarkan outlook terhadap estimasi volume penyaluran subsidi dan mempertimbangkan asumsi-asumsi dalam APBN, yakni nilai tukar dan harga minyak mentah.
“Jadi itu belum ada realisasinya, jadi kita lihat saja nanti pelaksanaannya. Tapi ketika kita lihat outlook lengkap, kenaikan itu sudah termasuk mengantisipasi beberapa ketidakpastian,” ujar dia.

