Menkeu: Program Makanan Bergizi Ungkit Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan program makanan bergizi penting untuk tingkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM). Sri Mulyani mengatakan investasi SDM untuk transformasi ekonomi bisa menciptakan nilai tambah dalam perekonomian nasional.
“Program makanan bergizi dan perbaikan reformasi kesehatan, perbaikan kualitas pendidikan serta penyempurnaan jaring pengaman sosial menjadi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas SDM Indonesia,” kata Sri Mulyani di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Sri Mulyani dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan tanggapan pemerintah atas tanggapan fraksi-fraksi DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025 menyebut dia menjelaskan capaian pertumbuhan 6% hingga 8% butuh investasi SDM. Ini berkaca dari Korea Selatan yang mampu keluar dari jebakan middle income trap country dengan cara meningkatkan produktivitas negaranya.
Baca Juga
Menkeu: Desain Defisit 2,45-2,82% di RAPBN Pertimbangkan Program Prioritas Prabowo Subianto
“Maka diperlukan produktivitas tinggi yang konsisten dalam 15 tahun menuju negara maju. Investasi dan peranan sektor manufaktur di Korea Selatan tumbuh di atas 10% setiap tahunnya,” ujar dia.
Bendahara Negara itu menancapkan target anggaran pendidikan untuk 2025 sebesar Rp 708,2 triliun hingga Rp 741,7 triliun. Besaran itu naik Rp 76,7 triliun atau tumbuh 11,53% jika dibandingkan anggaran di APBN 2024. Sri Mulyani menjelaskan anggaran pendidikan 2025 akan difokuskan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing, termasuk peningkatan gizi anak sekolah.
“Untuk mendukung penguatan mutu pendidikan tersebut anggaran pendidikan pada tahun 2025 diperkirakan berkisar Rp 708,2 triliun sampai dengan Rp 741,7 triliun,” ucap Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR RI, Senin, (20/5/2024).

