Menkeu Sri Mulyani: APBN dan APBD Jadi Daya Ungkit UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut APBN dan APBD dapat menjadi sumber pendanaan yang luar biasa untuk menciptakan daya ungkit bagi UMKM.
“Belanja yang digunakan, hampir 70% dari APBN itu resource yang powerful untuk menciptakan daya ungkit dan kesempatan bagi UMKM,” kata Sri Mulyani saat menghadiri BRI Microfinance Outlook 2024, di Jakarta, Kamis (07/03/2024).
Sri Mulyani mengatakan UMKM telah memberikan kontribusi terhadap PDB hingga 61%. “Ini jauh lebih besar dibandingkan negara anggota ASEAN dan G20 lain,” ucap dia.
Meski demikian ada beberapa catatan Sri Mulyani terhadap perkembangan UMKM. Dia mengatakan jumlah UMKM yang ada masih kecil kontribusinya terhadap ekspor. “Kontribusi UMKM terhadap ekpor baru sekitar 15%” kata dia.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyoroti peran UMKM yang menciptakan 97% lapangan kerja Indonesia. Dia mengatakan lapangan kerja yang terbuka dari UMKM masih berada di sektor informal.
Untuk itu, dia mendukung langkah Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso untuk melakukan penetrasi nasabah ke akar rumput melalui agen BRI, BRILink, dan digital teknologi.
“Salah satu faktor yang menjadi kendala adalah pembiayaan. 29,2 juta orang tidak mampu mengakses pembiayaan lebih ke masalah constrain atau masalah affordability,” kata dia.
Sunarso mengatakan sejak menggenjot BRI Link pada 2019, kini BRI memiliki ratusan ribu agen. Dia menyebut BRI Link mencatatkan volume transaksi sebesar Rp 1.427 triliun.
“Kemudian BRI dapat fee berapa? Saya buka saja. BRI dapat fee sekitar Rp 1,3 triliun dari agen BRI Link. Tapi, ini jangan diasumsikan memeras,” kata Sunarso.
Sunarso menyebut langkah BRI membuka BRI Link sebagai bagian dari upaya menjangkau inklusivitas dan menggerakkan ekonomi sejalan dengan pembangunan nasional. “Itu bentuk bertransformasi untuk menerapkan strategi yang inline dengan concern pembangunan ekonomi nasional yang tidak sekadar tumbuh tapi juga harus merata,” ujar dia.

