'Rebound' Tipis, Rupiah Jaga Jarak dari 16.300 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah berhasil rebound terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) di penutupan perdagangan Kamis (13/6/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mata uang Garuda menguat tipis 11 poin ke level Rp 16.286/USD sekaligus menjaga jarak untuk tidak melewati Rp 16.300/USD.
Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, sejumlah sentimen berkontribusi terhadap pergerakan indeks dolar AS yang cenderung loyo dalam pasar valas hari ini. Salah satunya adalah komtentas Gubernur The Fed Jerome Powell yang menyebutkan bank sentral tersebut hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak satu kali tahun ini, atau lebih sedikit dari prakiraan sejumlah pihak sebelumnya yang sebanyak tiga kali.
"Beberapa pembuat kebijakan bahkan menyerukan agar tidak ada penurunan suku bunga tahun ini karena tingginya inflasi," kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Kamis (13/6/2024).
Kemudian The Fed juga menaikkan prakiraan inflasi untuk tahun 2024. Namun komentar The Fed didahului oleh inflasi indeks harga konsumen yang menunjukkan bahwa inflasi sedikit lebih rendah dari perkiraan pada bulan Mei.
Baca Juga
Bunga The Fed Peluang Dipangkas dan Ekonomi Cina Pulih, Rupiah Menguat ke Rp 16.289/USD
"Angka tersebut memukul dolar dan menurunkan imbal hasil Treasury, karena para pedagang menerima narasi disinflasi," sambung Ibrahim.
Meski demikian dolar cenderung stabil setelah komentar The Fed, mengingat suku bunga yang lebih tinggi dan lebih panjang kemungkinan akan menguntungkan greenback. Skenario seperti ini juga menjadi pertanda buruk bagi mata uang yang didorong oleh risiko.
"Data PPI yang akan dirilis pada hari Kamis diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai inflasi," sebut Ibrahim.
Selain itu, Bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, namun diperkirakan akan mengurangi sebagian pembelian obligasi dalam upaya untuk memperketat kebijakan. Meskipun kondisi moneter yang lebih ketat diperkirakan akan memberikan dukungan terhadap mata uangnya.
Sementara untuk perdagangan besok (14/6/2024), Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun di kisaran Rp 16.230 - Rp 16.310 per dolas AS.

