Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.593 per Dolar AS, DXY Turun Tiga Hari Beruntun
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah melemah tipis sebesar 12 poin atau -0,07% ke level Rp 16.593 per dolar AS pada perdagangan pagi Jumat (17/10/2025). Pelemahan rupiah terjadi di tengah tren penurunan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) yang terkoreksi -0,08% ke posisi 98,25.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung bervariasi. Selain rupiah, pelemahan juga dialami won Korea Selatan (-0,27%) dan baht Thailand (-0,28%). Sebaliknya, beberapa mata uang Asia mencatat penguatan, seperti yen Jepang (+0,21%), ringgit Malaysia (+0,04%), dan peso Filipina (+0,05%).
Baca Juga
Harga Emas Tembus US$ 4.300 per Ons di Tengah Ketegangan AS–Tiongkok
Secara global, dolar AS melanjutkan pelemahan terhadap mata uang utama dunia. Terhadap euro, dolar AS turun -0,16%, sementara terhadap poundsterling Inggris melemah -0,08%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan pelemahan DXY terjadi selama tiga hari berturut-turut, dipicu oleh meningkatnya ketegangan dagang AS–China, potensi penutupan pemerintahan AS, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga
The Fed kini menghadapi ketidakpastian arah kebijakan akibat tertundanya rilis sejumlah data ekonomi penting, termasuk data inflasi September 2025 AS. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun turun 5,37% menjadi 3,97%, seiring dengan meredanya kekhawatiran terhadap risiko ekonomi.
Dari dalam negeri, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun 6,6 basis poin (bps) ke 5,96%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah USD tenor 10 tahun juga melemah 2,0 bps ke 4,91%. Nilai tukar USD/IDR hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.520 – Rp16.605 per dolar AS.

