Rupiah Melemah Tipis di Akhir Sesi, JISDOR Catat Rp 16.424 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Rabu (3/9/2025). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah ditutup di level Rp16.424 per dolar AS, melemah 6 poin atau -0,03%.
Data Bloomberg juga mencatat pergerakan serupa, dengan rupiah turun tipis 2 poin atau -0,01% terhadap dolar AS.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pelemahan ini dipengaruhi menguatnya indeks dolar AS yang masih dipicu oleh spekulasi terkait arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada akhir September 2025.
Baca Juga
Net Sell Berlanjut Rp 1,38 Triliun, Investor Asing Obral Saham BBCA dan PANI
“Meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga telah mendorong pasar logam beberapa pekan terakhir,” ungkap Ibrahim.
Selain faktor eksternal tersebut, sentimen juga datang dari parade militer terbesar China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Parade tersebut dihadiri Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-Un.
“Para analis menilai langkah ini bisa mendorong Trump untuk merespons dengan sanksi sekunder yang lebih berat,” lanjutnya.
Baca Juga
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) tetap optimistis terhadap prospek ekonomi. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,4% dengan sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral. “BI memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada dalam kisaran 4,7%-5,5%,” jelas Ibrahim.
Dengan dukungan ekspor dan penguatan sektor domestik, aktivitas ekonomi diharapkan semakin bergairah. Untuk perdagangan esok hari, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan potensi ditutup menguat pada kisaran Rp16.380 hingga Rp16.420 per dolar AS.

