Sementara itu, pagi ini hingga pukul 09.30 WIB, Yahoo Finance melansir, rupiah melemah 15 poin ke Rp 16.289/USD. Pada hari sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 16.274/USD.
 
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro melihat menguatnya tekanan dolar AS tidak lepas dari arah kebijakan The Fed yang tengah dinanti pelaku pasar. Andry mengatakan pelaku pasar memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu, sementara investor mencari petunjuk mengenai potensi dimulainya siklus pelonggaran kebijakan moneter. "Laporan indeks harga konsumen juga akan diteliti pada hari Rabu," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Selasa (11/6/2024).
 
Sementara itu, kemarin, kurs rupiah di Bank Mandiri tercatat melemah 0,5% menjadi Rp 16.280/USD. Rupiah sudah terdepresiasi sebesar 5,7% ytd. Untuk perdagangan kurs hari ini, Andry memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.210-16.294 per dolar AS.


Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga 10 Juni 2024, berdasarkan kurs Jisdor BI. Infografis: diolah Riset Investortrust.