Jelang Akhir Pekan, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.428/USD Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak melemah dalam pembukaan perdagangan Jumat (21/6/2024) pagi. Berdasarkan data RTI, rupiah terkoreksi tipis 3 poin atau 0,02% ke Rp 16.428/USD pada pukul 10.55 WIB, dibandingkan kemarin. Secara year to date, rupiah sudah melemah 6,71% terhadap greenback.
Sementara itu, dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 09.00 WIB, nilai tukar mata uang Garuda berada di level Rp 16.469/USD. Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyebut pergerakan rupiah telah menembus level psikologis 16.400/USD, disebabkan oleh menguatnya indeks dolar Amerika Serikat, dengan fundamental ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut juga bergerak fluktuatif.
Salah satu yang disorot oleh ekonom Mandiri itu adalah klaim data pengangguran awal AS yang berada di atas ekspektasi pasar, dan relatif mendekati level tertinggi dalam 10 bulan hingga pertengahan Juni 2024. Sementara, perumahan baru dan izin mendirikan bangunan secara tak terduga menurun berdasarkan data beberapa waktu lalu (24/5/2024) waktu setempat.
"Data tersebut konsisten dengan kontraksi tak terduga dalam penjualan ritel setelah otomotif, menurut laporan yang dirilis awal pekan ini. Itu menunjukkan goyahnya ketahanan perekonomian AS terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) ," kata Andry di Jakarta, Jumat (21/6/2024).
BI Yakin Rupiah akan MenguatBaca Juga
Meski Dolar AS Terlalu Tangguh, Gubernur BI Yakin Rupiah Akan Menguat
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) periode 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25%. Sedangkan suku bunga Deposit Facility di posisi 5,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 7%.
Keputusan bank sentral tersebut diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah di pasar valas, di mana kemarin kurs Mandiri mencatat mata uang Garuda (20/6/2024) terdepresiasi sebesar 0,4% ke Rp 16.430/USD atau terdepresiasi sebesar 6,7% ytd.
Di sisi lain, keputusan mempertahankan BI Rate di level 6,25% direspons positif oleh lantai bursa. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin menguat sebesar 1,4% menjadi 6.819,3 (sedangkan secara year to date -6,2%), dengan net outflow asing sebesar Rp 0,1 triliun (ytd, net outflow sebesar Rp 9,4 triliun).
Untuk perdagangan hari ini, Andry memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.372-16.465 per dolar AS.

