Menkeu Akan Jawab Pandangan 9 Fraksi DPR tentang KEM-PPKF Pekan Depan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati akan menjawab pandangan sembilan fraksi di DPR mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF), pekan depan.
“Nanti kami bahas di dalam jawaban nanti, minggu depan, kan banyak pandangan,” kata Sri Mulyani usai mengikuti pandangan KEM-PPKF di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Meski demikian, Sri Mulyani enggan membahas secara detail topik apa saja yang akan menjadi fokus jawaban pemerintah.
Baca Juga
Menkeu: PPh Nonmigas Berkontribusi Terbesar, Penerimaan Pajak Rp 624,19 Triliun
Berdasarkan pantauan investortrust.id, terdapat beberapa catatan pandangan mengenai KEM-PPKF 2025 dari tiga fraksi pemilik suara terbesar di DPR. Fraksi Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) memberi catatan mengenai peran KEM-PPKF untuk memenuhi kebutuhan program pemerintahan baru, terutama pada kuartal-I 2025.
“Kebijakan ekonomi makro harus diarahkan untuk menjaga kondisi perekonomian nasional tetap kondusif,” kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Edy Wuryanto.
Edy juga menekankan posisi defisit yang seharusnya tidak boleh diambil pemerintahan baru. Kebijakan defisit pada APBN 2025 mesti diarahkan pada surplus anggaran atau defisit 0%.
“Dalam APBN transisi, tidak sepantasnya pemerintah lama memberikan beban defisit atas program-program yang belum merupakan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) baru,” ujar dia.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Dewi Asmara mengapresiasi sejumlah program unggulan dari presiden dan terpilih dalam KEM-PPKF 2025. Dimasukkannya program tersebut penting agar pemerintah mendatang dapat langsung melaksanakan program dengan anggaran yang cukup.
“Salah satu program unggulan presiden dan wakil presiden terpilih adalah program gizi gratis untuk anak-anak di seantero Nusantara,” kata Dewi.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto mengatakan, asumsi pertumbuhan ekonomi dalam KEM-PPKF sebesar 5,1% hingga 5,5% bisa dicapai. Itu karena presiden terpilih, Prabowo Subianto, memiliki tekad kuat mentransformasi ekonomi.
Selain itu, menurut dia, Prabowo menyiapkan beberapa kebijakan strategis, yaitu penyempurnaan reformasi struktural dan penguatan hilirisasi. Prabowo-Gibran juga akan merevitalisasi industri manufaktur dan pertanian secara komprehensif.
“Fraksi Partai Gerindra mendukung upaya percepatan reformasi struktural melalui strategi hilirisasi industri untuk dilanjutkan pada 2025,” tegas dia.
Di sisi lain, kata Wihadi, Prabowo-Gibran bakal menyiapkan anggaran untuk meningkatkangizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Salah satu program unggulan Prabowo bakal mampu memaksimalkan bonus demografi pada 2030-2040.
Baca Juga
Fraksi PDIP: Tak Sepantasnya Pemerintah Lama Bebankan Defisit ke Pemerintahan Baru
Dia menjelaskan, program peningkatan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita yang masif juga akan turut mendorong perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan. Pada akhirnya, hal itu akan mendorong pemenuhan kebutuhan nasional secara mandiri, tidak menggunakan produk impor.
Kecuali pandangan tersebut, beberapa fraksi menyoroti melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah dan kelas menengah bawah, utang jatuh tempo pemerintah, dan pemerataan sumber daya manusia (SDM).

