Fluktuasi Nilai Tukar Tinggi, Pemerintah Tunggu Masukan Pandangan Fraksi DPR
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah dengan DPR akan membahas lebih detil asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan tingginya dinamika nilai tukar dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah sebelumnya mengajukan asumsi nilai tukar rupiah di Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025 dalam rentang Rp 15.300 hingga Rp 16.000.
Baca Juga
Postur RAPBN 2025 Beri Ruang bagi Kelas Menengah, Apa Maksudnya?
“Perubahan yang terjadi di dunia cepat sekali dinamikanya. Jadi, pemerintah dengan DPR akan dapat masukan dan pandangan yang paling aktual dari situasi terkini,” kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/5/2024).
Dia mengatakan, pemerintah tengah menunggu penyampaian pendapatan dari semua fraksi di Komisi XI terkait pandangan asumsi KEM PPKF yang sudah disampaikan. Dalam penyampaian pandangan itu, nantinya asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 akan menjadi pembahasan.
Baca Juga
“Asumsi makro bakal dibahas, nilai tukar, inflasi, nilai suku bunga, harga minyak, nanti itu bakal jadi forum formal yang membahas dari berbagai sudut pandang,” ujar dia.
Pada penutupan pasar spot US$/IDR pada Selasa (21/5/2024) JISDOR mencatat rupiah kembali melemah dibandingkan Senin (20/5/2024). Rupiah tercatat berada pada Rp 16.024 per US$ 1 atau melemah 44 poin.
Pada Selasa pagi pukul 09.25, rupiah sudah menunjukkan pelemahan dengan bergerak ke Rp 16.029 per US$ 1. Rupiah terkoreksi 4,20% secara tahunan atau year to date (ytd).
Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global, seperti respons pelaku pasar terhadap komentar para pejabat the Fed yang kompak ragu terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS tahun ini.
Grafik Nilai Tukar Rupiah

