Makan Bergizi Gratis, Indef Beri Saran Ini
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha menyoroti program prioritas Presiden Terpilih Prabowo Subianto, yakni makan bergizi dan susu gratis. Eisha memberikan sejumlah catatan yang menjadi saran kepada presiden terpilih.
Eisha mengatakan, prakiraan awal implementasi program tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 460 triliun, atau setara dengan 7,23% dari total belanja negara dalam APBN 2024. Hal ini disebutnya berpotensi memberikan defisit terhadap postur APBN akibat kebutuhan belanja yang besar.
"Pengeluaran yang sangat besar ini pasti akan dibayar oleh generasi selanjutnya. Jangan sampai menjadi jebakan fiskal," kata Eisha dalam diskusi daring Indef bersama Universitas Paramadina, Senin (28/5/2024).
Bertahap
Ekonom Indef tersebut menyarankan agar pemerintah mengimplementasikan program makan siang dan susu gratis secara bertahap, dengan tidak membebani APBN yang tersedia. Program ini juga tergantung pada kesiapan sisi produksi.
Lebih detail, ia mengungkap pelaksanaan program tersebut akan memberikan dampak terhadap meningkatnya permintaan produk-produk makan dan susu. Menurutnya, kehadiran produsen lokal menjadi kunci penting pelaksanaan program tersebut.
"Seharusnya program ini dijalankan dengan mengusung produk lokal dan industri kecil menengah. Dengan demikian, bisa memberikan dampak multiplier," tambahnya.
Sebaliknya, apabila produsen dan industri lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan pelaksanaan program prioritas tersebut, ia mengkhawatirkan justru akan terjadi peningkatan impor terhadap produk-produk pangan. Hal ini akan akan merugikan kepentingan nasional.
"Itu bisa jadi memperlebar defisit neraca perdagangan. Hal ini akan berdampak pada makroekonomi," bebernya.
Sebelumnya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengungkap mengganti nama program makan siang gratis dengan makan bergizi gratis. Melalui program tersebut, ia berharap tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak, melainkan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Setelah kami pelajari, ternyata istilah tepat itu adalah makan bergizi gratis," kata Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan TvOne (22/5/2024).

