Rupiah Melemah di Akhir Pekan ke Level Rp 15.978 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dalam penutupan perdagangan Jumat (17/5/2024) mengalami depresiasi terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mata uang rupiah melemah 34 poin ke level Rp 15.978/US$ usai sebelumnya berada pada posisi Rp 15.944/US$.
Kemudian di pasar spot antarbank dilansir dari Yahoo Finance hingga pukul 15.30 WIB rupiah terpantau melemah 31 poin ke level Rp 15.950/US$ usai berada di posisi Rp 15.919/US$.
Research & Education Coordinator Asia Futures Nanang Wahyudin menyebut dalam satu pekan ini rupiah mencatat perkembangan positif dengan menguat 0,56%. Hal ini didukung sentimen eksternal yang memberi harapan terkait The Fed yang disebut-sebut bersiap melakukan pelonggaran moneter.
Hal ini ditengarai dari hasil data inflasi yang mengalami perlambatan. Data ini makin menguatkan variabel lainnya yakni data tenaga kerja (NFP/non farm payroll) yang turun, penjualan ritel yang merosot, dan juga sektor jasa dan manufaktur mengalami kontraksi.
Baca Juga
OJK: Volatilitas Rupiah Relatif Tak Signifikan Pengaruhi Permodalan Bank, Likuiditas Memadai
"Tapi sentimen tersebut tidak berlaku di perdagangan akhir pekan ini, ketika pergerakan dolar tercatat rebound terbatas di tengah pernyataan pejabat bank sentral The Fed yang masih pesimistis bahwa laju inflasi Amerika ke depan akan melandai," kata Nanang kepada Investortrust.id, Jumat (17/5/2024).
Sementara dari dalam negeri, ia mengungkap faktor penghambat karena terjadinya outflow di pasar obligasi dan ekuitas. Beberapa katalis terbaru pun menunjukkan perlambatan seperti laporan ekspor yang melambat di bulan April.
Pekan depan analis Asia Futures ini memprakirakan pergerakan rupiah akan berada dalam kisaran Rp 15.860 - Rp 16.050 per dolar AS seiring dengan minimnya katalis penting kecuali FOMC meeting dari Fed. Sikap hawkish dalam notulen nantinya bisa berakibat dolar akan menguat.
"Kemudian untuk hari Senin, rupiah akan berada dalam rentang harga 15.910 - 16.020 per dolar AS," ungkap Nanang.

