BPS: Industri Pengolahan Kontributor Terbesar Ekspor Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas sebesar US$ 18,27 miliar, dari total ekspor Indonesia pada April 2024 senilai US$ 19,62 miliar. Sektor industri pengolahan berkontribusi terbesar mencapai US$ 14 miliar.
“Sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar US$ 14 miliar, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi US$ 0,3 miliar, serta sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi sebesar US$ 3,97 miliar,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di kantornya, Jakarta, Kamis (15/5/2024).
Pudji mengatakan lebih lanjut, ekspor nonmigas secara bulanan (month to month/mtm) turun di semua sektor. Ekspor nonmigas dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merosot 30,97%, sektor industri pengolahan turun 15,95%, serta sektor pertambangan dan lainnya 4,77%.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus 48 Bulan Beruntun, Capai US$ 3,56 Miliar April
"Penurunan ekspor sektor nonmigas (utamanya) karena sektor industri pengolahan. Penurunan di sektor ini memberi andil sebesar 11,79%," katanya.
Penurunan itu terutama disebabkan merosotnya nilai ekspor barang perhiasan dan berharga, logam dasar mulia, peralatan listrik lainnya, minyak kelapa sawit, serta pakaian jadi atau konveksi dari tekstil.
Secara Tahunan Meningkat
Sementara itu, kata Pudji, secara tahunan (year on year/yoy), ekspor nonmigas semua sektor mengalami peningkatan kecuali sektor pertambangan dan lainnya. Sektor ini mengalami penurunan sebesar 16,96%.
"Ekspor industri pengolahan mengalami kenaikan sebesar 8,05%. Ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kenaikan 2,07%," paparnya.
Baca Juga

