IFG Sebut Industri Asuransi Jadi Salah Satu Kontributor Terbesar Investasi di Obligasi Pemerintah
DEPOK, investortrust.id - Junior Lead Research Associate Indonesia Financial Group (IFG), Alvin Prabowosunu mengatakan, saat ini industri keuangan non bank (IKNB), termasuk perasuransian di dalamnya menjadi sektor yang paling banyak menginvestasikan dananya pada instrumen obligasi pemerintah atau government bonds.
“Karena at least di asuransi jiwa karakteristik dari polisnya itu biasanya terms-nya itu panjang,” ujarnya, dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan di Auditorium R Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada Rabu (15/5/2024).
Dengan begitu, lanjut Alvin, perusahaan asuransi punya keleluasaan untuk mengelola uang dari polis-polis nasabah untuk ditempatkan pada instrumen investasi yang tenornya panjang pula, seperti di obligasi pemerintah.
Baca Juga
Dorong Literasi Mahasiwa, IFG Luncurkan Buku Asuransi dan Dana Pensiun
“Kalau kita lihat di government bonds, itu tenor obligasi bisa hampir 30 tahun. Intinya itu bisa mereka bisa memberikan income sampai puluhan tahun ke depan,” katanya.
Apa yang dilakukan industri asuransi ini tentunya berkontribusi juga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu juga akan mendorong pembangunan dalam jangka panjang, misalnya pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).
“Produk asuransi jiwa yang cenderung merupakan produk dalam jangka panjang turut menjadi sumber pembiayaan pembangunan ekonomi untuk jangka panjang,” jelas Alvin.
Baca Juga
Di sisi yang bersamaan, dikatakan Alvin, industri asuransi juga terus menerapkan prinsip asset liability management (ALM). Sebagai informasi, ALM merupakan unsur fundamental di asuransi. Karena dengan penerapan ini, menjadi cara bagi perusahaan asuransi untuk memitigasi risiko keuangan akibat ketidaksesuaian aset dan kewajiban.

