Rayakan Usia ke-5, EdgePoint Capai 16.000 Situs dengan Indonesia sebagai Kontributor Terbesar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - EdgePoint Infrastructure (EdgePoint), perusahaan infrastruktur telekomunikasi independen di kawasan ASEAN, menandai hari jadinya yang kelima dengan mengumumkan pencapaian signifikan berupa 16.000 situs yang telah beroperasi. Dari total tersebut, Indonesia menjadi kontributor terbesar dengan 11.080 situs, disusul Filipina sebanyak 3.025 situs dan Malaysia 1.900 situs. Situs ke-16.000 sendiri berlokasi di Sumatera, sekaligus menegaskan kuatnya ekspansi EdgePoint di pasar Indonesia.
Sejak berdiri pada tahun 2020, EdgePoint berhasil membangun jejak regional yang kuat melalui kemitraan bersama seluruh operator jaringan seluler dan mitra strategis di kawasan. Pertumbuhan portofolio yang meningkat tiga kali lipat sejak 2021, dengan laju lebih dari 30% per tahun, menjadi cerminan keberhasilan strategi perusahaan dalam menyediakan infrastruktur digital yang skalabel dan relevan dengan kebutuhan industri telekomunikasi yang terus berkembang.
CEO sekaligus Founder EdgePoint Infrastructure, Suresh Sidhu, menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kombinasi fokus pemerintah dan pelaku bisnis untuk meningkatkan investasi konektivitas digital di seluruh ASEAN.
“Pencapaian 16.000 situs dalam lima tahun menjadi bukti nyata kuatnya momentum regional tersebut, sekaligus menegaskan bahwa EdgePoint adalah mitra yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ini, karena kami mampu menghadirkan layanan secara efisien, cepat, dan dalam skala besar,” ujarnya dikutip Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan EdgePoint didorong oleh pendekatan yang menekankan pemahaman kebutuhan pelanggan, adopsi teknologi terbaru, efisiensi operasional, dan komitmen merekrut talenta terbaik di industri.
Baca Juga
Edgepoint Sebut Telah Bangun 15.000 Menara di Malaysia, Indonesia, Filipina
Pertumbuhan investasi di infrastruktur digital ASEAN diproyeksikan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang, seiring percepatan transformasi ekonomi menuju era cloud dan kecerdasan buatan (AI). Sidhu menyatakan bahwa EdgePoint siap berkolaborasi lebih luas dengan pelanggan untuk memastikan konektivitas berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. “Seiring kawasan ini memasuki era cloud dan AI, infrastruktur digital yang tangguh dan berkelanjutan akan menjadi fondasi bagi gelombang pertumbuhan berikutnya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk, Raymond Yan, menyambut pencapaian situs ke-16.000 ini sebagai tonggak penting, khususnya bagi pasar Indonesia. Ia menilai pertumbuhan infrastruktur digital di Sumatera dan berbagai wilayah lainnya menjadi indikator pesatnya kemajuan negeri. “Keberhasilan ini menegaskan pesatnya pertumbuhan infrastruktur digital di wilayah tersebut serta peran pentingnya dalam mendorong kemajuan bangsa. Centratama tidak hanya memperkuat konektivitas saat ini, tetapi juga membangun fondasi bagi gelombang pertumbuhan 5G dan broadband berikutnya—menjembatani kesenjangan digital dan mendukung transformasi Indonesia menuju negara yang sepenuhnya terhubung,” ujarnya.
Sidhu juga menekankan keberhasilan EdgePoint dalam mengembangkan menara baru sekaligus meningkatkan jumlah penyewa. Dengan hampir 26.000 penyewa di tiga negara, infrastruktur EdgePoint disebut benar-benar menjadi aset bersama bagi industri telekomunikasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham seperti DigitalBridge dan ADIA, serta seluruh tim EdgePoint yang memiliki visi sama untuk memberikan layanan unggul dan pertumbuhan berkelanjutan. Program filantropi perusahaan yang berfokus pada sekolah turut memberikan dampak positif bagi lebih dari 7.500 anak di berbagai negara ASEAN.

