BPS: Ekonomi Kuartal I-2024 Tumbuh 5,11%
JAKARTA, investortrust.id - Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh 5,11% terhadap kuartal I-2023 (year on year/yoy), sedangkan terhadap kuartal sebelumnya (quarter to quarter/q to q) terkontraksi 0,83%.
“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan-I 2024 atas dasar harga berlaku Rp 5.288,3 triliun dan PDB atas dasar harga konstan konstan (2010) Rp 3.112,9 triliun,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat mengumumkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2024 di Jakarta (6/5/2024).
Menurut Amalia, pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan kuartal tertinggi selama periode 2019-2024.
Sementara itu, dari sisi produksi, lapangan usaha secara tahunan (yoy) mengalami pertumbuhan positif. Lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Lapangan usaha yang berkontribusi secara tahunan yaitu pengolahan memberikan kontribusi 19,28%, perdagangan 13,15%, pertanian 11,61%, konstruksi 10,23%, dan pertambangan 9,34%.
“Total kelima lapangan usaha tersebut mencakup 63,61% dari kontribusi PDB,” ujar dia.
Sementara itu, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah administrasi pemerintah yang tumbuh 18,88%. Adapun, lapangan usaha pertanian terkontraksi 3,54% karena penurunan produksi pertanian pada awal tahun 2024 khususnya tanaman pangan karena fenomena El Nino.
“Jika dilihat pada sumber pertumbuhan ekonomi pada triwulan-I 2024 industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 0,86%. Sumber pertumbuhan ini lebih besar dari triwulan-IV 2023 namun lebih kecil dari triwulan-I 2023,” kata dia.
Baca Juga
Dihajar Sentimen Global, KSSK Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5% Triwulan I
Selain itu, kata Amalia, pertumbuhan ekonomi juga ditopang lapangan usaha lain, antara lain, konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,73%, pertambangan dengan 0,68% dan perdagangan dengan 0,6%.
Adapun dari sisi pengeluaran, kata Amalia, seluruh komponen tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,91%, PMTB tumbuh 3,79%, ekspor tumbuh 0,5%, konsumsi pemerintah tumbuh 19,9%, dan konsumsi LNPRT tumbuh 24,29%, sementara itu impor tumbuh 1,77%.
“Konsumsi rumah tangga dan PMTB memberikan sumbangan terbesar bagi PDB yaitu masing-masing 54,93% dan 29,31% terhadap total PDB,” kata dia.
Amalia menambahkan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan paling tinggi paling dalam dicatatkan komponen konsumsi rumah tangga dengan 2,62% yoy. Kontribusi meningkat jika dibandingkan sebelumnya dan kuartal-I 2023.
“Selain itu pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 1,19% dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 1,06%. Sementara itu, net ekspor memberikan sumbangan -0,23%” kata dia.
Secara spasial, menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh di seluruh wilayah, meski melambat di sejumlah wilayah seperti Pulau Sumatera dan Sulawesi. Pulau Kalimantan, Maluku dan Papua, serta Bali dan Nusra menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menguat pada kuartal-I 2024.
“Kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB adalah sebesar 57,7%, yoy. Diikuti Pulau Sumatera yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 21,85%,” kata dia.
Pulau Jawa Tumbuh 4,84% pada kuartal I-2024 (yoy). Selanjutnya berturut-turut Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,24%, Pulau Kalimantan dengan pertumbuhan 6,17%, Pulau Sulawesi dengan pertumbuhan 6,35%, Bali dan Nusra dengan pertumbuhan 5,07%, dan Maluku dan Papua dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,15%.
“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua, terlihat cukup tinggi dan seluruhnya mampu tumbuh di atas ekonomi nasional,” ujar dia.
Dia mengatakan, berdasarkan provinsi, Provinsi Papua pada kuartal I-2024 membukukan pertumbuhan ekonomi paling tinggi sebesar 9,35% (yoy). Sedangkan pertumbuhan ekonomi paling rendah secara spasial dicatatkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan pertumbuhan 0,02% (yoy).
