Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 15,62% Jadi Rp 1.511,4 Triliun per Januari 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja solid di awal 2026. Hal ini tercermin dari realisasi kredit secara bank only yang tumbuh 15,62% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.511,4 triliun per Januari 2026.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengungkapkan, pertumbuhan tersebut mempertegas komitmen pihaknya dalam menyalurkan kredit ke sektor produktif, termasuk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dan pelaku usaha di berbagai daerah.
“Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (23/2/2025).
Baca Juga
JuraganXtra, Kiat Bank Mandiri Perkuat UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan tersebut tetap diimbangi dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang tetap terjaga stabil di level 0,97% per Januari 2026, turun 3 basis poin (bps) secara tahunan.
Naiknya kredit, lanjut Novita, turut mendorong pertumbuhan total aset Bank Mandiri menjadi Rp 2.191,9 triliun per Januari 2025 atau meningkat 13,96% (yoy).
Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) secara bank only mencapai Rp 1.635,5 triliun pada Januari 2026 atau tumbuh 17,29% (yoy). Dari jumlah tersebut, didominasi oleh dana murah atau current account and saving account (CASA) dengan pangsa 73%.
Menurut Novita, laba bersih secara month to date (MTD) tumbuh double digit, didorong peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 10.2% (yoy). Capaian tersebut ditopang penurunan biaya dana atau cost of fund sebesar 27 basis poin dibanding bulan sebelumnya, menjadi 2,06% pada Januari 2026.
Di sisi bersamaan, pendapatan berbasis komisi atau fee based income recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1% (yoy). Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal.
“Tercermin dari rasio cost to income ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44% dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%,” kata Novita,
Kinerja tersebut, kata dia, ditopang akselerasi transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3% (yoy), disertai peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri sebesar 27% (yoy). Kemudian, transaksi treasury juga naik 33% (yoy), sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah.
Novita mengatakan, penguatan ekosistem digital menjadi bagian dari strategi menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan melalui integrasi layanan Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri untuk pelaku usaha dan pebisnis, serta Livin’ Merchant dalam mendukung digitalisasi transaksi UMKM.
“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” ucapnya.
Baca Juga
Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, jelas Novita, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional,” ujarnya.
“Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026,” sambung Novita.

