PDB RI Diperkirakan Turun, Kurs Rupiah Masih Menguat ke Rp 16.027/USD
JAKARTA, investortrust.id – Meski produk domestik bruto (PDB) RI diperkirakan turun kuartal I-2024, namun rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada pagi Senin (6/5/2024) ini. Penguatan mata uang Garuda diperkirakan tertolong sentimen global dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback tercatat Rp 16.027 per dolar AS di pasar spot hingga pukul 09.36 WIB. Merujuk data Yahoo Finance, rupiah menguat 52 poin atau 0,32%.
“Blessing in disguise. Pasar tenaga kerja yang lemah di Negeri Paman Sam tersebut menekan greenback dan tingkat imbal hasil US treasury. Di dalam negeri, ini sedikit menolong nilai tukar rupiah dan Surat Berharga Negara (SBN) RI,” kata Hasan Zein Mahmud, direktur utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun 1991-1996, Senin (6/5/2024) pagi.
Head of Research InvestasiKu Cheril Tanuwijaya mengatakan, hari ini, pelaku pasar domestik akan mencermati rilis data PDB kuartak I-2024 yang diperkirakan sedikit melemah. Ini baik secara kuartalan maupun tahunan.
Sementara itu Moody’s Analytics dalam analisnya pada Senin ini memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia di bawah 5% year on year (yoy). “Kami memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 4,9% year on year, dipimpin oleh konsumsi swasta. Penjualan ritel, terutama kendaraan bermotor dan makanan, meningkat sepanjang kuartal I tahun ini. Investasi juga diperkirakan mendukung pertumbuhan, dengan proyek-proyek strategis nasional yang menutupi kelemahan ekspor,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2024 diperkirakan berada di atas 5% yoy. Sementara itu, inflasi sebesar 3,05% yoy pada Maret 2024.
Masuk Modal Asing Sepekan Rp 3,06 T
Cheril yang juga Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan bahwa Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran masuk modal asing sekitar Rp 3,06 triliun pada pekan pertama Mei 2024 ke pasar keuangan domestik. Rinciannya, terdiri dari net buy Rp 3,75 triliun di pasar SBN, net sell Rp 2,27 triliun di pasar saham, dan net buy Rp 1,58 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Melalui aliran modal ini pula, Bank Indonesia menyampaikan menjadi faktor rupiah mengalami penguatan pada Kamis dan Jumat (2 dan 3 Mei 2024). Sementara itu, untuk perkembangan aliran modal asing secara year to date adalah SBN mencatatkan net sell sebesar Rp 53,76 triliun, namun masih net buy di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp 6,11 triliun dan Rp 13,87 triliun,” katanya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (6/5/2024).

