Terbanyak Barang Diimpor dari Cina, Inilah Komoditasnya
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lima komoditas utama impor Indonesia pada 2023 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84), mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), besi dan baja (HS 72), kendaraan dan bagiannya (HS 87), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39). Lima komoditas tersebut banyak didatangkan dari Cina.
Negeri Tirai Bambu tersebut masih memiliki porsi terbesar dalam total impor nonmigas Indonesia. Pangsa impor dari Tiongkok selama Januari-Desember 2023 mencapai 33,42%, dengan nilai impor sekitar US$ 62,18 miliar.
“Dibandingkan 2022, di tahun 2023, negara asal impor nonmigas Indonesia cenderung tetap (terbanyak) Tiongkok. Kemudian, Jepang,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di kantor BPS, Jakarta, Senin (15/01/2024).
Baca Juga
Wow, Indonesia Catatkan Surplus Perdagangan Nonmigas dengan Cina
Negara komunis itu memimpin dalam impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya sebesar 45,55%. Bahkan, porsi dalam impor mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya menembus 52,58%.
Indonesia juga banyak mengimpor besi dan baja dari Cina, yang merupakan salah satu produsen terbesar dunia. Di Tanah Air, porsi impor besi dan baja dari Cina mencapai 27,18%, sedangkan impor plastik dan barang dari plastik mencapai 30,04%.
Cina juga menempel Jepang dalam porsi impor kendaraan dan bagiannya ke Indonesia. Saat ini, porsi impor dari Negeri Panda itu mencapai 20,20%, hanya kalah dengan Jepang yang mencapai 26,30%.
Impor Ponsel Pintar
Jika diturunkan lebih detail, tercatat impor golongan barang dengan kode HS 8 digit dari Cina terdiri dari ponsel pintar (HS 85171300) dengan porsi sebesar 3,14%, laptop dan barang yang termasuk di dalamnya (HS 84713020) mencapai 1,64%, serta transmisi dan bagiannya (HS 85177921) sebesar 1,36%. Selain itu, ekskavator (HS 84295200) sebesar 1,23%.
Impor lain yang cukup banyak dari Negeri Tirai Bambu itu bawang putih dan lainnya (HS 07032090) sebesar 1,04%.
Baca Juga

