Teka-Teki Menkeu Pilihan Prabowo-Gibran, Begini Gambaran dan Harapan Ekonom
JAKARTA, investortrust.id - Jelang peralihan pemerintahan era Presiden Joko Widodo ke capres-cawapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, wacana komposisi kabinet kian deras bergulir di tengah publik. Salah satunya, siapa yang bakal dipilih menjadi menteri keuangan (Menkeu).
Meski Prabowo belum menyebut secara tegas nama kandidat menkeu, namun sejumlah ekonom memiliki prediksi hingga gambaran tantangan yang akan diemban menkeu pemerintah mendatang. Salah satunya, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual berharap posisi menkeu tidak diberikan kepada politisi.
"Harapannya menkeu nanti diharapkan berasal dari teknokrat, bukan politisi," kata David kepada Investortrust.id, Rabu (17/4/2024).
Baca Juga
Ia berharap pemerintah Prabowo-Gibran memilih kandidat sosok menkeu dengan cermat. Hal tersebut dilatarbelakangi tantangan yang akan dihadapi Menkeu pada masa kabinet pemerintahan mendatang.
Di tengah ketidakstabilan global, dia mengungkapkan, menkeu baru diharapkan memiliki sosok yang tidak menganut kebijakan fiskal yang agresif, tapi cenderung prudent sebagai opsi terbaik. "Sosoknya bisa siapa pun," ucap David.
Dari berbagai informasi yang telah dihimpun Investortrust.id, sejumlah nama muncul ke permukaan publik sebagai kandidat Menkeu pilihan Prabowo-Gibran. Di antaranya, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Djunaidi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Ekonom Senior Chatib Basri.
Baca Juga
Selain itu, muncul nama teKetua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Royke Tumilaar.
Senada dengan David, Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Esther Sri Astuti mengungkapkan, Chatib Basri bisa menjadi satu dari beberapa pilihan menkeu yang ideal. Esther mengatakan Chatib Basri setidaknya memenuhi tiga kriteria utama untuk kandidat Menkeu di masa pemerintahan mendatang.
"Profesional, punya jaringan internasional, serta paham fiskal dan perdagangan internasional," kata Esther kepada Investortrust.id, Rabu (17/4/2024).
Ia juga menilai Chatib Basri sebagai sosok yang tepat apabila merujuk pada pilihan yang memiliki latar belakang teknokrat serta berpengalaman. Diketahui, Chatib pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2012-2013 dan Menkeu periode 2013-2014.
Baca Juga
Esther menambahkan, menkeu pemerintahan Prabowo-Gibran setidaknya dibebani target untuk dapat mengerem utang luar negeri bersamaan dengan efesiensi pengelolaan APBN. Sosok Chatib dinilai Esther memiliki prinsip untuk menolak hal-hal yang tidak masuk akal. "Pak Chatib bukan orang yes Man," sebutnya.
Esther yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) berharap capres-cawapres terpilih tidak salah dalam mempertimbangan kandidat menkeu selanjutnya. Peran strategis Menkeu berkaitan dengan penentu alokasi anggaran seluruh Kementerian/Lembaga.
Dengan peran tersebut, ia mengkhawatirkan, apabila Menkeu selanjutnya kesulitan dalam melakukan alokasi APBN dapat berimbas pada membengkaknya utang luar negeri.

