Program Makan Siang Gratis Pengaruhi Investor Obligasi? Ini Penjelasan Ekonom
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menyebut transisi politik serta pemerintahan pada 2024 ini memiliki implikasi terhadap fiskal. Kendati demikian, ia mengatakan, hingga kini belum sepenuhnya diketahui dampak yang akan terjadi.
Ia mengatakan, jika melihat jangka panjang, perspektif dari pasar obligasi masih membutuhkan kejelasan terkait program-program pemerintah mendatang. Salah satunya adalah program makan siang gratis, yang diusung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilpres 2024.
"Kemungkinan biayanya dalam perhitungan kasar kami bisa mencapai jumlah yang equivalent sekitar 1% atau bahkan mendekati 2% dari PDB (produk domestik bruto) Indonesia," ucapnya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Baca Juga
Tentukan Arah Rasio Utang
Menurutnya, kejelasan dari implementasi program-program pemerintah mendatang tersebut sangat penting bagi investor pasar oblgasi. Pasalnya, akan menentukan outlook jangka menengah dari defisit APBN Indonesia, dan menentukan arah rasio utang Indonesia.
"Indonesia selama ini dianggap memiliki kredibilitas fiskal yang cukup tinggi di antara berbagai emerging market lainnya, karena Indonesia merupakan salah satu negara yang tercepat menormalisasi defisit APBN setelah pandemi," terang Helmi.
Baca Juga
Industri Manufaktur hingga Properti Diyakini Bisa Dorong Ekonomi Tumbuh 5%
Lebih lanjut, Helmi mengatakan, jangka pendek dari proses transisi pemerintahan ini sekaligus mengakhiri Pemilu 2024 dalam satu putaran. Hal ini membuat tidak semua belanja pemerintahan terkait pemilu yang sudah dianggarkan akan digunakan sepenuhnya.
"Dan karena posisi kas pemerintah memang sudah relatif kuat, kita lihat kemarin target penerbitan surat berharga negara (SBN) untuk kuartal II ini sudah diturunkan, dibandingkan target penerbitan SBN di kuartal I," tandasnya.

