Ekonom Sebut Program Makan Siang Gratis Berpotensi Pangkas Anggaran Infrastruktur
JAKARTA, investortrust.id – Program makan siang gratis yang diusung presiden terpilih Prabowo Subianto disebut bisa menelan anggaran sebesar Rp 400 triliun, sehingga berpotensi memangkan anggaran pembangunan infrastruktur.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyatakan, dengan adanya program makan siang gratis kemungkinan sektor pendidikan akan bertambah anggarannya, namun harus ada sektor yang dikorbankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 nanti, salah satunya infrastruktur.
“Di tahun 2025 kemungkinan defisit fiskal kita di 2,7%-2,8% dari PDB, itu berarti anggaran pendidikannya sekitar Rp 500 triliun. Jadi hanya bisa mengalokasikan makan siang gratis paling tinggi sekitar Rp 50 - Rp 100 triliun di 2025. Tetapi tetap harus mengorbankan (sektor) yang lain. Kenaikan anggaran dari makan siang gratis ke Rp 400 triliun sangat sulit dipahami ketika anggaran infrastruktur sama besarnya di Rp 423 triliun,” jelas Tauhid di Greyhound Café, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024).
Baca Juga
Sebagai catatan, pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), penyaluran APBN 2024 di sektor pendidikan sebesar Rp 665,02 triliun atau setara dengan 20% dari total anggaran belanja negara.
Selain sektor pendidikan, penyaluran APBN 2024 di sektor kedua tertinggi adalah Bantuan Sosial atau Bansos (14%), diikuti yang ketiga yakni Infrastruktur (14%), lalu Kesehatan (5%). Tauhid mengungkapkan, selain infrastruktur, Bansos juga akan menjadi korban penekanan nilai APBN 2025.
“Ketika makan siang gratis masuk ke dalam APBN 2025, maka penyaluran ke sektor pendidikan akan meningkat. Pasti akan ada sektor yang dikorbankan seperti infrastruktur dan bantuan sosial. Termasuk mungkin subsidi untuk bantuan sosial juga akan berkurang, itu sudah mulai diwacanakan,” imbuh Tauhid.
Baca Juga
Nasdem Beri Sinyal Gabung Prabowo, Anies: Kami Konsentrasi Proses di MK
Perlu diketahui, polemik anggaran makan siang gratis yang diwacanakan akan mengambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah ditepis berkali-kali oleh pakar ekonom di TKN Prabowo-Gibran. Salah satunya dari adik Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo.
Pada Desember 2023, Hashim menyampaikan bahwa dana untuk program makan siang gratis tidak akan mengambil dana dari anggaran program bantuan sosial (Bansos) melainkan akan gunakan anggaran baru.
Sedangkan dari pihak Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa belum bisa menanggapi hal tersebut, karena belum masuk ke APBN 2024. Hal ini disampaikannya pada saat rapat kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
“Bukan karena kami menghindar dari pertanyaan bapak/ibu sekalian tentang makan siang gratis. Kami nggak menjawab karena di APBN kita belum ada. Di 2024 kan tidak ada. Kalau ini (makan siang gratis) adalah untuk pemerintah yang baru,” terang Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga menyampaikan, program tersebut akan dimasukkan ke dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) terlebih dahulu. Lalu, akan disampaikan ke Badan legislatif (DPR RI), dan akhirnya RUU APBN 2025 akan disampaikan oleh Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2024. (CR-3).

