Perumda Kalbar Sebut Anggaran Makan Siang Gratis Lebih Baik Dialokasikan ke Program Air Minum dan Sanitasi
JAKARTA, investortrust.id - Perumda Air Minum Kalimantan Barat mengkritisi program makan siang gratis pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 02 yang menelan anggaran senilai Rp450 triliun.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Mula Putra menekankan, lebih baik anggaran tersebut dialokasikan ke program air minum dan sanitasi.
"Diperlukan 6 tahun ke depan untuk mencapai target 30% cakupan air minum dan sanitasi dengan anggaran sekitar Rp500 triliun. Bagaimana keberpihakan paslon 02 terhadap program air minum dan sanitasi? Di mana sering didengungkan bahwa ada program makan siang yang hampir mencapai Rp400 triliun dalam satu tahun," ujar Mula di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (1/2/2024).
"Jadi, bisa selesai target 6 tahun ke depan dalam satu tahun itu, kalau (Rp400 triliun) itu dialokasikan untuk program air minum dan sanitasi," lanjut Mula.
Baca Juga
Perpamsi: Indonesia Butuh Rp300 Triliun untuk Capai 100% Cakupan Air Minum
Anggota Dewan Pakar paslon 02, Muhammad Sirod menanggapi, program tersebut telah diperhitungkan oleh beberapa pakar di Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon 02.
"Jadi, Rp400-an triliun itu ada hitungannya, saya tantang bapak masuk ke grup, kita diskusi-debat di situ, saya undang nanti beberapa dewan pakar yang ngitung itu termasuk Pak Burhanuddin Abdullah. Karena kita terperinci setiap rapat (visi misi-diskusi) itu dicatat, nanti kami sampaikan angka-angka itu, itu semua ada angkanya," lugas Sirod.
Lebih lanjut, Sirod menyebutkan hitungan mereka bertujuan untuk mencegah stunting hingga menggerakkan ekonomi.
"Kalau Rp500 triliun itu untuk mencegah stunting, untuk menggerakkan ekonomi, bagaimana dia makan 4 sehat 5 sempurna, pengembangan SDM. Jadi, mulai dia ibu mengandung/menyusui itu sudah kita pikirkan SDM-nya," tambah Sirod.
Sirod menggarisbawahi rencana strategis mereka yaitu 'next use fuse food energy water system'. "Jadi, Indonesia ini punya banyak cara untuk akses air minum, nah bahasa kami itu swasembada air. Lebih keren lagi, kami sebut dengan ‘next use fuse food energy water system’, kami harus swasembada makanan, kami harus swasemda energi, kami harus swasembada air," jelasnya.

