LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga Acuan Demi Menjaga Kurs Rupiah
JAKARTA, investortrust.id – LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyarankan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI7DRR) di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur yang digelar 16-17 Januari ini. Jika BI buru-buru memangkas suku bunga acuan, langkah itu dikhawatirkan memperlemah kurs rupiah.
Teuku Riefky, ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI menyatakan, dengan rupiah yang sedikit melemah sejak awal tahun dan inflasi yang tidak menjadi isu saat ini, pemotongan suku bunga acuan yang terlalu dini bukan langkah yang tepat diambil oleh BI. Sebab, hal itu berpotensi memberi tekanan pada rupiah.
“BI perlu mengatur waktu penurunan tingkat suku bunga acuan dengan mengacu pada keputusan the Fed. Oleh karena itu, pada Rapat Dewan Gubernur BI perlu menahan suku bunga acuannya di 6,00% pada bulan ini,” kata Riefky.
Dia menjelaskan, Indonesia memasuki tahun 2024 dengan capaian positif di beberapa aspek. Inflasi cenderung terjaga selama 2023 di tengah tekanan harga pangan akibat El-Nino. Neraca perdagangan secara konsisten mencatatkan surplus di tengah perlambatan harga komoditas dan permintaan global.
Di sisi lain, ekspektasi bahwa the Fed akan menurunkan suku bunga acuannya di Triwulan-I 2024 meningkat dan mendorong berlanjutnya arus modal masuk ke Indonesia, walaupun melambat di beberapa minggu terakhir.
Baca Juga

