JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah akhirnya berhasil rebound terhadap dolar Amerika Serikat, usai mengalami rentetan tren pelemahan. Dalam pantauan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), mata uang rupiah menguat 63 poin ke level Rp 16.177 per USD, pada penutupan perdagangan Kamis (18/4/2024).
Sementara dalam pantuan perdagangan spot yang dilansir dari Yahoo Finance, mata uang rupiah juga berhasil menguat ke level Rp 16.170 per USD. Sebelumnya, mata uang rupiah berada pada posisi Rp 16.214 per USD pada penutupan perdagangan Rabu (17/4/2024).
Dalam pantauan perdagangan spot Kamis (18/4/2024) ini, nilai tukar rupiah terhadap greenback cenderung mengalami penguatan sepanjang hari. Hal tersebut sejalan dengan pergerakan sebagian besar mata uang Asia lainnya.
Pada sesi pertama, mata uang Garuda sempat mengalami apresiasi hingga ke level Rp 16.155 per dolar AS. Menuju akhir sesi pertama, penguatan rupiah menjadi terbatas dan sempat menyentuh level 16.190 per dolar AS.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman mengatakan, pernyataan dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) yang cenderung hawkish semalam menyebabkan pergerakan indeks dolar AS cenderung menurun. Lebih lanjut, adanya relief rally akibat perkembangan kondisi geopolitik Timur Tengah yang tidak seburuk perkiraan sebelumnya dan harga minyak dunia yang sudah kembali ke level sebelum Iran menyerang Israel.
"Sentimen tersbebut berkontribusi pada apresasi rupiah hari ini," kata Faisal kepada Investortrust, Kamis (18/4/2024).
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun 2023 hingga 18 April 2024. Infografis: Riset Investortrust.
Faisal mengatakan lebih lanjut, saat ini, pelaku pasar tengah menunggu rilis data jobless claims ASdan pidato beberapa pejabat The Fed pada malam ini untuk mendapatkan pandangan lebih lanjut dari arah kebijakan suku bunga bank sentral negeri adidaya tersebut ke depan.
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyambut positif menguatnya rupiah dalam perdagangan di pasar spot hari ini. Apresiasi yang dialami rupiah hari ini, lanjut dia, menunjukkan fundamental ekonomi domestik tetap solid.
Menurut Ibrahim, rupiah belum tentu menembus angka Rp 16.000 per USD apabila pasar keuangan domestik tidak mengalami libur Lebaran panjang. Ia memprediksi rupiah masih tetap akan menguat dalam perdagangan Jumat (18/4/2024) besok.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah akan fluktuatif, namun ditutup menguat direntang Rp 16.150 - Rp.16.200 per dolar AS," papar Ibrahim.