Pilih Duet dengan Menkes, Sri Mulyani Tantang Ketua BPK dan BPKP Tanding Pingpong
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menantang Ketua BPK Isma Yatun dan Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh untuk bertanding tenis meja atau pingpong ganda campuran dengannya. Menkeu sendiri akan memilih Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebagai tandem untuk menghadapi keduanya.
Tantangan untuk tanding tenis meja ganda campuran ini disampaikan Sri Mulyani di sela bincang-bincang santai soal penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2023 Unaudited dan Entry Meeting Pemeriksaan LKPP Tahun 2023 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kamis (28/03/2024).
“(Usai tugas selesai) Saya akan berpasangan dengan Menkes akan bertanding dengan Ibu Isma Yatun Ketua BPK, berpasangan dengan Pak Ateh Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang konon sangat hebat. Siapa kira-kira yang akan menang? Pak Bas (Menteri PUPR) akan memfasilitasi meja ping-pong,” ujar Menkeu.
Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2023 Unaudited dan Entry Meeting Pemeriksaan LKPP Tahun 2023 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kamis (28/03/2024). Laporan ini sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN.
Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menjelaskan dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi global, fenomena suku bunga higher for longer, serta inflasi dan disrupsi teknologi.
“Seluruh faktor ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja APBN dan perekonomian Indonesia,” kata Sri Mulyani di akun Instagram resminya, dipantau Jumat (29/3/2024).
Baca Juga
Menkeu: Prospek Ekonomi Masih Kuat, Meski Penjualan Mobil dan Sepeda Motor Terkontraksi
Sri Mulyani menjabarkan kinerja APBN 2023 berjalan secara baik secara keseluruhan. Penerimaan negara mengalami pertumbuhan. Ini menunjukkan aktivitas perekonomian Indonesia yang tetap terjaga.
“Khusus untuk penerimaan pajak mencapai hattrick 3 kali berturut-turut di atas target APBN sejak tahun 2021, 2022 dan 2023. Ini adalah pencapaian yang sangat baik dari seluruh tim penerimaan negara,” tutur Menkeu.
Selain itu, Sri Mulyani juga menjelaskan capaian output strategis mengenai peran APBN dalam melindungi masyarakat melalui program perlindungan sosial, anggaran pendidikan, anggaran kesehatan dan infrastruktur. Sejalan dengan itu, Sri Mulyani menyatakan komitmen Pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas dan kinerja APBN.
Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merancang APBN tahun 2023 dengan sangat hati-hati agar APBN tetap sustainable, mampu menjadi shock absorber bagi perekonomian dan melindungi masyarakat, namun di saat yang bersamaan juga tetap dapat melanjutkan agenda pembangunan.

