Kisah Teqball, Olahraga Gabungan Pingpong dan Sepak Takraw yang Digemari Pemain Sepak Bola Top
JAKARTA, investortrust.id – Setiap tahun ada berbagai olahraga baru bermunculan. Salah satu yang menyita perhatian adalah teqball. Olahraga gabungan pingpong dan sepak takraw ini menjadi kegemaran banyak seniman lapangan hijau sekelas Neymar atau Kylian Mbappe.
Teqball merupakan olahraga bola besar yang dimainkan di atas meja melengkung dengan memadukan unsur sepak takraw dan tenis meja. Bolak-balik, para pemain memukul bola dengan bagian tubuh mana pun kecuali lengan dan tangan.
Teqball dapat dimainkan dua pemain sebagai permainan tunggal atau empat pemain sebagai permainan ganda.
Permainan ini diwakili di tingkat internasional oleh Federasi Teqball Internasional (FITEQ). Sejumlah pesepak bola kelas dunia telah tertarik dengan permainan ini. Setelah ikut Asian Beach Games 2021 dan European Games 2023, teqball ini kini mencoba masuk ke Olimpiade.
Teqball menjadi olahraga yang paling cepat diakui di dunia. Itu terjadi pada Agustus 2018 ketika FITEQ secara resmi diakui Komite Olimpiade Asia (OCA). Lalu, pada Juni 2019, organisasi ini secara resmi diakui oleh Asosiasi Komite Olimpiade Nasional Afrika (ANOCA).
Selanjutnya, pada November 2020, FITEQ diberikan keanggotaan penuh dari Asosiasi Global Federasi Olahraga Internasional (GAISF).
Teqball ditemukan pada 2012 di Hungaria oleh tiga penggemar sepak bola. Mereka adalah mantan pemain profesional Gabor Borsanyi, pengusaha Hungaria Gyorgy Gattyan, dan ilmuwan komputer Viktor Huszar.
Ide kreatifnya datang dari Gabor Borsanyi yang biasa bermain sepak bola di atas meja pingpong. Desain meja yang horizontal membuat bola seringkali tidak memantul ke arah pemainnya, sehingga permainan ini kurang menyenangkan. Dia berpendapat jika meja ditekuk, permukaan melengkung bisa membantu bola memantul ke kaki.
Setelah beberapa tahun dikembangkan bersama Viktor Huszar, meja teqball pertama dibuat pada 2014.
Pelan dan pasti, olahraga ini diadopsi sebagai menu latihan di banyak klub sepak bola profesional maupun tim nasional papan atas dunia. Sebab, da banyak manfaat dari olahraga alternatif ini bagi pesepak bola profesional.
Baca Juga
Kehilangan Cuan dari Investor! Dampak Negatif Jika Everton Dinyatakan Melanggar FFP
Pemain membutuhkan variasi dalam latihan untuk tetap termotivasi dan terus berkembang. Sementara teqball berbasis sepak bola. Itu menantang pemain dengan cara yang berbeda dan memaksa mereka untuk fokus pada penanganan dan kontrol bola.
Sebelum teqball ditemukan, para pemain berimprovisasi dengan tenis meja dan peralatan lainnya. “Kami percaya teqball adalah bentuk sepak bola terbersih. Kami telah merancang permainan ini sehingga tidak ada kontak, dampak rendah, dan karena itu ada risiko cedera juga rendah,” ujar salah satu pendiri teqball, Viktor Husza, dilansir fcbusiness.co.uk.
"Mengingat tekanan yang dialami para pemain melalui latihan dan pertandingan, kami tahu bahwa untuk membuat teqball menjadi alat bantu pelatihan yang layak, itu harus berdampak rendah, tapi juga menyenangkan,” tambah Viktor Husza.
Untuk mempopulerkan teqball, ada banyak mantan pemain sepakbola yang jadi duta besarnya. Ronaldinho, Christian Karembeu, Luis Figo, dan Simao Sabrosa jadi empat contohnya. Ada juga Therry Henry dan William Gallas yang menggemarinya.
Sekarang, klub-klub seperti Barcelona dan Real Madrid di Spanyol, Paris Saint-Germain (PSG) di Prancis, hingga sejumlah klub Inggris macam Arsenal, Manchester City, Manchester United, Liverpool, atau Everton memiliki meja teqball. Begitu pula dengan timnas ternama seperti Brasil, Argentina, Jerman, Italia, Prancis, hingga Inggris.
Baca Juga
Catat! Akhir Pekan ini Trophy Tour Piala Dunia U-17 2023 Hadir di Surabaya

