Anies: Kompetisi Pasar Sehat Penting untuk Indonesia Emas 2045
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menyebut aspek kompetisi pasar yang sehat memiliki peran penting untuk menjangkau target Indonesia Emas 2045. Kompetisi ini perlu didasari dengan prinsip regulasi yang baik.
"Buat regulasi yang memungkinkan kompetisi, tapi di sisi lain memberikan kesempatan kesetaraan," kata Anies saat Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar Kadin Pusat, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (11/01/2024).
Regulasi ini muncul dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Kolaborasi, kata dia, memegang peran penting untuk menjembatani ekosistem pasar yang sehat, sehingga memberi kebebasan dan kesetaraan untuk semua.
"Kompetisi yang sehat seperti ini bisa membuat pasar berkembang baik. Kita, semua masyarakat, bisa mendapat manfaat yang optimal," ujar dia.
Perlu Kepastian Hukum
Salah satu upaya untuk mewujudkan regulasi ini, kata Anies, yaitu adanya kepastian hukum. Hal ini antara lain membutuhkan koreksi sistem untuk mengatasi pungli.
Anies mengatakan, pungli tidak hanya menjadi masalah pemerintah semata. Dunia usaha juga berperan untuk menyelesaikan masalah ini, sebagai pelapor.
"Yang lebih tahu pungli pelaku usaha. Pelaku usaha tahu di mana terjadi pungli, kapan dan berapa besarnya pungli. Lagi-lagi (perlu) kolaborasi dengan dunia usaha untuk menunjukkan lubang-lubang dan praktik pungli yang harus diberantas," ujar dia.
Anies menjelaskan akan berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang sehat. "Kita harus memberantas berbagai macam praktik bad governance termasuk pungli, supaya dunia usaha bisa berkembang dengan sehat," kata dia.
Selain memperbaiki praktik tata kelola, Anies juga berjanji menempatkan ahli dan pakar di jajaran kabinetnya seandainya terpilih menjadi presiden. Dia mengatakan ada tiga kriteria untuk sosok menteri.
"Mau latar belakang berpartai atau tidak berpartai, mau latar belakangnya mau dari pusat atau daerah, laki atau perempuan, tapi prinsip yang dipegang adalah kompetensi, relevansi, dan aspek ketidakbermasalahan (integritas)" ujar dia.

