Implementasi 5G Penting untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045, Banyak Sektor Terdampak
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti), Teguh Prasetya menyebut, implementasi teknologi 5G sangat penting untuk mewujudkan target pemerintah, yaitu Indonesia Emas 2045. Pasalnya, banyak sektor yang terdampak dengan penggunaan 5G ini.
“Banyak sektor yang butuh teknologi ini. Mulai dari penggunaan di rumah, sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, pertambangan, dan sebagainya. Dari 11 industri yang kita survei, gak ada yang bilang mereka gak butuh 5G,” tegas Teguh Prasetya di Alila Hotel, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Sekjen Asioti, Fita Indah Maulani menambahkan, ada empat sektor yang paling membutuhkan konektivitas 5G untuk meningkatkan efisiensi dengan menerapkan fitur IoT yang canggih dan melakukan analisis data secara real time. Keempat sektor tersebut adalah logistik, otomotif, kesehatan, dan pertanian.
“Penerapan 5G dan AI juga akan meningkatkan produktivitas industri dan konektivitas di Indonesia sehingga akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Ini untuk mencapai target pemerintah masuk 10 besar perekonomian global di 2030,” kata Fita Maulani.
Baca Juga
5G Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Network Sharing Bisa Jadi Solusi
Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI), Wayan Toni Supriyanto menyebutkan, berdasarkan kajian Kementerian Perindustrian dan LPM Fakultas Ekonomi Bisnis UI Tahun 2022 bahwa dampak kenaikan 10% digitalisasi meningkatkan 0,75% PDB nasional dan PDB perkapita serta menurunkan 1,02% pengangguran.
Lebih lanjut Wayan juga mengungkapkan, berdasarkan kajian dari LAPI (Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri) ITB Tahun 2020 yang berjudul ‘Unlocking 5G Potential for Digital Economic in Indonesia’ bahwa adopsi 5G pada sektor vertikal, khususnya yang menjadi pilar ekonomi Indonesia, akan mendongkrak perekonomian Indonesia atau PDB secara keseluruhan.
“Tahun 2030 ke depan proyeksi PDB sebesar 30.000 triliun akan terdongkrak 9,3% sebesar 2.800 triliun. Dan tahun 2035 proyeksi sebesar Rp 33.000 triliun akan terdongkrak 9,8% sebesar Rp 3.500 triliun. Selain itu kontributor pengungkit adopsi 5G juga meningkat setiap tahunnya,” kata Wayan berdasarkan kajian LAPI ITB Tahun 2020. (CR-8)
Baca Juga
Keterbatasan Spektrum Frekuensi Jadi Kendala Implementasi 5G di Indonesia

