Alokasikan Hasil Penyitaan Kejahatan untuk Pendidikan, Ikhtiar Prabowo Wujudkan Indonesia Emas 2045
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan hasil penyitaan dari pengungkapan kasus narkoba dan korupsi akan dialokasikan untuk sektor pendidikan. Langkah ini dinilai sebagai ikhtiar Prabowo untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Tentu ini merupakan salah satu ikhtiar Presiden Prabowo juga untuk menyiapkan generasi emas 2045," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan kepada investortrust.id, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga
Prabowo Pastikan Hasil Penyitaan dari Tindak Pidana Dialokasikan untuk Pendidikan
Iwan mengatakan, langkah Prabowo mengalokasikan dana hasil penyitaan kasus korupsi dan narkoba untuk sektor pendidikan merupakan political will seorang kepala negara yang memandang pendidikan merupakan investasi penting untuk anak bangsa dan kemajuan Indonesia ke depan. Hal ini mengingat pendidikan adalah kunci dari kebangkitan bangsa.
"Karena itu menurut hemat saya pemerintah harus mengerahkan segala daya dan kekuatan untuk memperbaiki pendidikan kita," katanya.
Terkait mekanisme uang hasil sitaan itu didistribusikan ke pendidikan, Iwan mengatakan pemerintah harus tetap melalui aturan dan prosedur yang ada. Distribusi hasil sitaan untuk pendidikan dapat melalui mekanisme penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang kemudian dialokasikan untuk anggaran pendidikan melalui instrumen APBN Perubahan atau melalui mekanisme lainnya.
"Yang paling penting dan substansial menurut saya adalah bagaimana atensi dan keseriusan Presiden dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dari huku ke hilir," katanya.
Baca Juga
Prabowo Siapkan Sekolah Terintegrasi dengan Fasilitas Lengkap di Tiap Kecamatan
Ditekankan, langkah mengalokasikan hasil penyitaan untuk sektor pendidikan ini juga membantah stigma Prabowo lebih mementingkan MBG daripada pendidikan.
"Padahal, selain pendidikan formal yang ada saat ini, pemerintahan Prabowo-Gibran juga memiliki program seperti sekolah rakyat yang benar-benar menjadi oase untuk anak-anak miskin," katanya.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyatakan dukungannya terhadap langkah Prabowo mengalokasikan dana hasil penyitaan kejahatan untuk pendidikan. Hal ini mengingat, sektor pendidikan membutuhkan dukungan anggaran yang besar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Jika ingin mengejar Indonesia Emas 2045 dicicil peningkatan kualitas SDM dari sekarang," katanya.
Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan anggaran yang besar untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar dapat memberangkatkan lebih banyak talenta muda ke berbagai kampus top dunia.
"LPDP perlu lebih banyak memberangkatkan talenta-talenta muda kita agar bisa lebih baik kualitas ke kampus-kampus top dunia," katanya.
Baca Juga
Diberitakan, Prabowo berulang kali menegaskan tekadnya memberantas korupsi, narkoba, dan penyelundupan serta mencegah kebocoran anggaran. Hasil dari upaya tersebut akan dialokasikan Prabowo buntu program-program yang menyangkut kehidupan rakyat, seperti pendidikan.
Saat menyampaikan sambutan seusai memimpin pemusnahan 214,84 barang bukti narkoba dengan nilai mencapai Rp 29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025), Prabowo menegaskan seluruh hasil penyitaan negara dari berbagai kasus kejahatan, termasuk korupsi dan peredaran narkoba, akan diinvestasikan untuk pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama menuju masa depan bangsa yang lebih baik.
"Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Kita akan kerahkan semua hasil penghematan, semua hasil penyitaan, untuk diinvestasikan pada pendidikan anak-anak kita," kata Prabowo.
Pemerintah sedang merenovasi 10.000 sekolah yang dimulai tahun ini. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun 500 sekolah rakyat secara bertahap. Ke depan, Prabowo mengatakan, pemerintah akan mendirikan sekolah untuk kalangan menengah serta universitas.
"Sekolah akan kita renovasi, dan sekarang kita membangun Sekolah Rakyat. Ke depan juga akan kita dirikan sekolah menengah dan universitas-universitas,” jelas Prabowo.
Presiden turut mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat menghancurkan masa depan bangsa.
Terkait penyitaan hasil penegakan hukum untuk pendidikan pernah disampaikan Prabowo saat Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan uang sitaan kasus korupsi crude palm oil (CPO) kepada Kementerian Keuangan senilai Rp 13 triliun. Prabowo memerintahkan agar uang hasil penyitaan tersebut dialokasikan untuk menambah beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

