Ekonom Core: Banyak Aspek yang Membuat BI Perlu Mempertahankan Suku Bunga Acuan
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2024 pada Rabu, (24/4/2024) besok.
Ekonom Senior Center of Reform on Economics (Core) Hendri Saparini menyarankan Bank Indonesia (BI) agar mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6,0%. Hal tersebut diungkap Saparini dengan mempertimbangkan berbagai aspek sentimen domestik maupun global.
Ia mengatakan saat ini situasi ekonomi politik domestik membutuhkan kondisi yang stabil. Mengingat majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja mengeluarkan keputusan terkait gugatan hasil Pemilu.
Baca Juga
MK menetapkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024, tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum adalah sah dan berlaku.
Keputusan ini berlaku usai mahkamah menolak seluruhnya dalil gugatan pemohon dalam gugatan sengketa perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang dibacakan Senin, (23/4/2024) kemarin.
Selain itu, ia juga menjelaskan sentimen domestik saat ini juga tengah mengalami sejumlah tekanan seperti kenaikan harga dan sektor ekonomi riil yang belum sepenuhnya membaik. Atas dasar hal tersebut, Ekonom Senior CORE itu menganggap diperlukan sinyal positif stabilitas ekonomi dengan tidak menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.
Baca Juga
CORE: Serangan Iran ke Israel akan Pengaruhi Harga Minyak Dunia
"Perlu ada sinyal positif untuk mendorong ekonomi kita, BI rate bisa dipertahankan, kecuali ada force meajure," kata Saparini kepada Investortrust.id, Selasa (23/4/2024).
Sementara terkait dengan tren depresiasi rupiah yang terjadi belakangan ini, ia menyebutkan perlu kecermatan dari BI untuk mengeluarkan bauran kebijakan yang tepat. Namun hingga saat ini ia belum melihat tekanan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan nilai tukar menjadi alasan untuk menaikkan BI rate.
"Respons otoritas moneter terlalu cepat kadang tidak tepat, kondisi ini masih bisa dipertahanakn, sambil melihat permasalahan dan pencegahan yang dapat dilakukan," jelasnya.
Sejak Oktober 2023 lalu, bank sentral tersebut mempertahankan BI Rate atau suku bunga acuan sebesar 6,0%.

