Harga Beras Naik Bikin Persepsi Ekonomi Indonesia Buruk
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 40,3% responden survei Indikator Politik Indonesia menyatakan kondisi ekonomi Indonesia buruk. Hal tersebut dinilai imbas kondisi yang ada di lapangan.
Wawancara Telepon
Burhanuddin menjelaskan lebih lanjut, sebanyak 29,6% responden menilai kondisi ekonomi Indonesia baik. Dibanding temuan sebelumnya, persepsi positif ini cenderung menurun.
"Dan ini memang sesuai dengan fakta saya kira. Menjelang Lebaran terutama banyak kenaikan harga, terutama beras, kemudian jagung," kata Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparan rilis hasil survei nasional yang digelar secara virtual, Minggu (21/4/2024).
Lebih lanjut, Burhanuddin menyebut, kenaikan harga ini merupakan kondisi yang umum terjadi menjelang Lebaran. Hal ini karena supply mungkin terbatas, sedangkan permintaan naik.
"Ya hukum ekonomi biasa. Naiklah harga," ungkapnya.
Wawancara Telepon
Burhanuddin menjelaskan lebih lanjut, sebanyak 29,6% responden menilai kondisi ekonomi Indonesia baik. Dibanding temuan sebelumnya, persepsi positif ini cenderung menurun.
Ia menuturkan, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 4-5 April 2024 atau sebelum Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah. Responden survei mencapai 1.201 orang, yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.
Baca Juga
Perry: IMF Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,0%, Melebihi Malaysia dan Singapura
Penarikan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing (RDD) dan wawancara dilakukan melalui telepon. Margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi random sampling.

