Strategi Sawit Nasional: Memimpin Dunia, Rakyat Harus Sejahtera
JAKARTA, investortrust.id – GAPKI mencatat, kelapa sawit dibawa penjajah Belanda ke Indonesia dan ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor, sekitar tahun 1848. Setelah merdeka, RI kemudian mengimplementasikan strategi pembangunan sawit nasional yang dilaksanakan secara masif di berbagai daerah. Didukung penyediaan pendanaan murah, program ini sukses mengantarkan negeri tercinta menjadi produsen terbesar minyak sawit sejak 2006, menggeser Malaysia yang sebelumnya lama bertengger di posisi puncak.
Indonesia pun terus memperluas kebun sawit dan makin memimpin produksi minyak nabati yang paling kompetitif di dunia ini. Produksi minyak sawit NKRI semakin meningkat, kian jauh meninggalkan negeri jiran Malaysia di Semenanjung Malayu itu.
US Department of Agriculture (USDA) melaporkan, Indonesia melaju tak tergoyahkan, terus memimpin produksi minyak sawit global dengan menghasilkan 47 juta metrik ton tahun 2023/2024. RI menggenggam pangsa 59% dari total produksi dunia yang mencapai 79,46 juta metrik ton.
Baca Juga
Saleh Husin: Hilirisasi Sawit Harus Terus Berjalan Meski Hadapi Tantangan Global
Sedangkan Malaysia yang di peringkat kedua hanya mampu memproduksi 19 juta metrik ton, pada tahun yang sama. Ia hanya berkontribusi 24% terhadap total global.
Seiring dengan itu, pendapatan petani kelapa sawit di Nusantara terangkat. Petani ini rata-rata lebih sejahtera dari koleganya, petani tanaman pangan, yang membudidayakan padi, jagung, hingga kedelai.
Penyumbang Utama Ekspor
Minyak sawit juga menjadi salah satu penyumbang devisa utama dari ekspor nonmigas Indonesia. Palm oil ini merupakan kontributor utama dalam ekspor golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor lemak dan minyak hewani/nabati menembus US$ 28,45 miliar tahun 2023. Komoditas ini hanya kalah dengan batu bara yang sumbangan ekspornya US$ 43,57 miliar atau terbesar (17,94%) terhadap total ekspor nonmigas RI US$ 242,90 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Naikkan Harga Referensi CPO Februari, Ini Rinciannya!

