Aprindo: Pemerintah Perlu Buat Rencana Hadapi Kontingensi Geopolitik dan 'Climate Change'
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat rencana menghadapi kerentanan ekonomi akibat kondisi geopolitik di kawasan Laut Merah, Yaman. Selain dampaknya pada impor bahan pangan dan kenaikan harga minyak, ekspor Indonesia juga berpotensi mengalami gangguan.
“Barang yang kita kirim ke sana pasti tidak bisa lewat situ (Laut Merah). Kalau lewat situ, apapun kapalnya, siapa yang mau menanggung risiko?” kata Roy kepada Investrotrust.id, saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2024).
Kondisi yang memanas di Laut Merah, kata Roy, dapat berdampak signifikan. Sebab, Indonesia memiliki komoditas ekspor yang signifikan ke Uni Emirate Arab (UEA), di antaranya CPO, produk bahan makanan dan minuman, serta produk fast moving consumer goods (FMGC).
“Kita bicara mi instan. Walaupun sudah ada pabrik di sana, bumbunya dan lainnya harus kita ekspor,” kata dia.
Baca Juga
Aprindo Ingatkan Ancaman 'Climate Change' pada Pasokan Pangan Indonesia
Roy mengatakan, konflik di Laut Merah juga dapat mengakibatkan kenaikan harga minyak mentah. Jika ini terjadi, harga minyak dunia yang berada di kisaran US$ 70-80 per barel dapat meningkat ke kisaran US$ 100 per barel.
Kondisi semakin tak menentu akibat climate change yang dapat mengakibatkan kelangkaan pangan. Melihat situasi ini, Roy menyarankan pemerintah untuk menyiapkan rencana antisipatif.
“Dalam menghadapi climate change yang berpengaruh ke fluktuasi supply chain kita, perlu ada gerakan pengganti beras misalnya, porang, sorgum, dan sagu,” ujar dia.
Roy berharap di sisa kepemimpinannya, pemerintahan Joko Widodo dapat menyiapkan tongkat estafet kepada pemerintahan selanjutnya, agar presiden yang terpilih kelak tidak lagi bekerja dalam kerangka program 100 hari.
“Bukan lagi program 100 hari tapi memang program yang seketika menjabat, seketika langsung dikonkretkan,” ucap dia.

