Dolar Moncer, Rupiah Ditutup Loyo Jelang Akhir Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah ditutup loyo dalam perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (22/3/2024). Pada perdagangan spot sore ini, mata uang rupiah melemah 114 poin ke level Rp 15.783 per USD. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp 15.669 per USD pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara itu, berdasarkan data kurs Jisdor yang dirilis Bank Indonesia, rupiah juga melemah ke level Rp 15.773 per USD. Sebelumnya, rupiah masih bertahan di posisi Rp 15.662 per USD.
Pengamat rupiah Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah dalam perdagangan menjelang akhir pekan ini tidak terlepas dari moncernya indeks dolar. Dolar menguat pada level tertinggi dalam 3 minggu terakhir, karena penurunan suku bunga Swiss National Bank (SNB) membayangi prospek penurunan suku bunga The Fed.
"Indikator dolar AS melonjak pada Kamis, setelah SNB secara tak terduga memangkas suku bunga, menjadi bank sentral besar pertama yang melakukan hal tersebut, setelah siklus kenaikan suku bunga yang diperpanjang akibat pandemi Covid-19," ucap Ibrahim.
Nilai tukar rupiah terhadap USD sepekan hingga 22 Maret 2024, berdasarkan data kurs Jisdor yang dirilis BI. Sumber: BI
Nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing pada 22 Maret 2024. Sumber: RTI.
Sementara itu, berdasarkan data RTI, kurs rupiah tercatat menguat 0,17% terhadap yen Jepang ke level Rp 152,34 per yen. Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) baru saja menaikkan suku bunga acuannya ke level 0-0,1%, dari selama ini -0,1%.
Prospek Ekonomi AS Meningkat
Ibrahim mengatakan lebih lanjut, The Fed secara tajam meningkatkan prospek pertumbuhan AS pada tahun 2024. Ia menambahkan, meski bank sentral AS masih diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunga pada Juni nanti, sikapnya relatif hawkish, dibandingkan bank sentral lainnya.
"Hal itu diperkirakan akan menguntungkan dolar AS," katanya.