Loyo! Rupiah Ditutup Melemah Jelang Akhir Pekan, Dekati Rp 16.300/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah tampak loyo akibat tekanan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan perdagangan Jumat (26/7/2024) atau jelang akhir pekan. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah dekati level psikologis Rp 16.300/USD untuk ditutup melemah 26 poin di posisi Rp 16.294/USD.
Di pasar spot valas, indeks dolar AS juga terpantau tampil perkasa di hadapan mata uang Garuda. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 16.15 WIB, kurs rupiah anjlok 41 poin dan bergerak ke level Rp 16.285/USD yang sebelumnya sempat bertengger di Rp 16.244/USD dalam penutupan perdagangan kemarin.
Analis PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengungkap, saat ini pasar tengah mengambil beberapa isyarat positif dari data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal kedua yang lebih kuat dari yang diharapkan. Ia menambahkan saat ini fokus juga tertuju pada data indeks harga PCE yang akan datang, yang merupakan pengukur inflasi pilihan Federal Reserve, untuk isyarat lebih lanjut tentang pemotongan suku bunga.
Baca Juga
"Pembacaan tersebut diharapkan menunjukkan inflasi mereda lebih lanjut pada bulan Juni, meskipun sedikit," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (26/7/2024).
Ia menuturkan hal itu juga terjadi beberapa hari menjelang pertemuan Fed di mana bank sentral secara luas diharapkan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dan mengisyaratkan pemotongan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah menjadi pertanda baik bagi emas dan logam mulia, mengingat bahwa mereka mengurangi biaya peluang berinvestasi dalam aset yang tidak menghasilkan.
Sementara dari sisi lain, Wakil Presiden AS Kamala Harris menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis, waktu setempat, untuk membantu mencapai kesepakatan gencatan senjata yang akan meringankan penderitaan warga sipil Palestina, dengan nada yang lebih keras daripada Presiden Joe Biden.
Gencatan senjata telah menjadi subjek negosiasi selama berbulan-bulan. Para pejabat AS yakin para pihak semakin dekat pada kesepakatan gencatan senjata dibanding sebelumnya untuk pembebasan perempuan, sandera yang sakit, lanjut usia, dan terluka oleh Hamas.

