Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat dari Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (29/11/2024). Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup menguat tipis 8 poin untuk ditutup di level Rp 15.856/USD, yang pada perdagangan Kamis (28/11/2024) terakhir berada di posisi Rp 15.864/USD.
Sementara dilansir dari Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 24 poin (0.15%) ke level Rp 15.840/USD hingga pukul 15.45 WIB. Diketahui pada perdagangan terakhir Yahoo Finance merilis kurs rupiah berada di posisi Rp 15.864/USD.
Terkait dengan dolar AS yang terdepresiasi dalam perdagangan kurs hari ini, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkap sejumlah sentimen yang mempengaruhi. Analis tersebut menyorot kondisi Pasar yang mempertahankan ekspektasi Federal Reserve akan tetap memangkas suku bunga pada Desember.
Baca Juga
Peluang Pemangkasan FFR Naik, Kurs Rupiah Dibuka Menguat Jumat Pagi
"Para pedagang terlihat bertaruh pada peluang 68,6% bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, dan peluang 31,4% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah, menurut CME Fedwatch," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (29/11/2024).
Taruhan pada pemangkasan Desember terus berlanjut meskipun data terbaru menunjukkan ketahanan inflasi AS, sementara pejabat Fed mendukung pelonggaran suku bunga secara bertahap. Namun, prospek jangka panjang untuk suku bunga AS tidak pasti, mengingat inflasi masih jauh di atas target Fed sebesar 2%. Kebijakan ekspansif di bawah Trump juga diharapkan akan mendukung inflasi dan suku bunga.
"Sejumlah pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, akan memberikan pidato minggu depan, sebelum keputusan suku bunga pada bulan Desember," tutur dia.

