Harga Beras Melonjak, Pemerintah Tak akan Naikkan HET
JAKARTA, investortrust.id - Meski harga beras medium maupun premium melonjak, pemerintah tidak akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Namun, pemerintah akan menggiatkan gerakan pangan murah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, menjelang datangnya Bulan Puasa dan Lebaran yang biasanya mendorong harga barang-barang naik.
Direktur Distribusi dan Cadangan Makanan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rachmi Widiriani mengatakan, gerakan pangan murah yang menawarkan harga kebutuhan pangan yang lebih terjangkau ini akan diperkuat dengan didukung mitra asosiasi dan BUMN. Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, lanjut dia, pemerintah bergerak cepat memastikan stabilitas ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga
Berbagai strategi telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga harga bahan pokok tetap stabil. "Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh menteri dalam negeri telah dipastikan bahwa semua pihak terkait siap mendukung ketersediaan pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Keputusan rapat koordinasi juga mencakup penggiatan gerakan pangan murah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dengan mitra asosiasi dan BUMN, yang menawarkan harga lebih terjangkau," ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema 'Persiapan Ramadan, Kondisi Harga Bahan Pokok', Senin (04/03/2024).
Jika Dinaikkan, Mungkin Tak Turun
Lebih lanjut Rachmi menegaskan, pada rapat tersebut juga tidak ada wacana untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi beras. Hal tersebut dikarenakan situasi yang terjadi saat ini merupakan anomali, sehingga jika HET dinaikkan, maka ada kemungkinan harga beras tidak akan bisa turun lagi.
Terkait situasi kenaikan harga beras saat ini, Rachmi membeberkan pula data dari Badan Pusat Statistik, yang menunjukkan bahwa produksi beras nasional mengalami kontraksi delapan bulan terakhir. Produksi ini di bawah angka kebutuhan beras nasional.
Baca Juga
Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, penetapan HET telah melalui pembahasan dan memperhatikan berbagai masukan dari stakeholder perberasan nasional. “Perbadan HET beras melengkapi regulasi perberasan, di mana pada saat yang bersamaan juga diterbitkan Perbadan No 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras,” ungkap Arief.
Dalam Perbadan tersebut, pemerintah mengatur HET beras berdasarkan zonasi. Untuk Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET beras medium senilai Rp 10.900/kg sedangkan beras premium Rp 13.900/kg. Sementara itu, untuk Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan, HET beras medium sebesar Rp 11.500/kg dan beras premium Rp 14.400/kg. Adapun Zona 3 meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp. 11.800/kg, dan untuk beras premium sebesar Rp 14.800/kg.
Harga di Penggilingan Naik Hingga 30%
Harga beras tercatat terus bergerak naik di tengah mundurnya panen raya padi di Tanah Air, tidak hanya terjadi di kualitas premium, namun juga di beras medium yang biasa dikonsumsi masyarakat luas. Rata-rata harga beras kualitas premium, medium, dan 'luar kualitas' masing-masing melonjak 22,91%; 25,32%; dan 30,53% di penggilingan pada Februari 2024, dibandingkan bulan sama tahun lalu.
“Beras, cabai merah, dan telur ayam ras merupakan komoditas yang memberi andil terbesar terhadap inflasi. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi terbesar penyumbang inflasi,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi, Badan Pusat Statistik (BPS) M Habibullah di Jakarta, akhir pekan lalu.
Inflasi Februari 2024 menanjak naik. Infografis: Litbang Investortrust.id.
BPS mencatat, inflasi secara bulanan (mom) naik menjadi 0,37% pada Februari 2024, dipicu lonjakan harga beras. Sementara itu, secara tahunan (yoy), inflasi tercatat sebesar 2,75%.
Di Penggilingan Saja Melebihi HET
Selama Februari 2024, lanjut dia, survei harga produsen beras dilakukan pada 932 perusahaan di 33 provinsi, dengan 967 observasi di penggilingan. Pada Februari 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 14.525 per kg, naik 6,31% dibandingkan bulan sebelumnya. "Sedangkan harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 14.162 per kg atau naik 7,39%. Untuk rata-rata harga beras 'luar kualitas' di penggilingan sebesar Rp 13.664 per kg atau naik 4,65%," imbuhnya.
Harga di penggilingan itu bahkan sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional secara resmi memberlakukan HET beras, menyusul terbitnya Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang HET Beras.

