Di Asia Business Council, Airlangga Yakinkan Pertumbuhan Indonesia di Atas 5%
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakinkan para pebisnis Asia bahwa Indonesia berkomitmen untuk mempercepat pembangunan ekonomi, dengan menjamin kesinambungan reformasi struktural dan meningkatkan daya saing. Pertumbuhan Indonesia akan di atas 5% pada 2024 dan tahun-tahun seterusnya.
Hal itu dikatakan Menteri Airlangga dalam keynote speech di acara Asia Business Council's 2024 Spring Forum. Ia mewakili Presiden RI Joko Widodo.
“Di tengah kondisi perekonomian global yang masih tidak stabil, perekonomian Indonesia mampu tumbuh sebesar 5% selama 8 kuartal terakhir secara berturut-turut. Kami memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh di atas 5% pada 2024 dan seterusnya, dengan inflasi yang tetap terkendali. Kepercayaan investor juga masih kuat terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan pada Kamis (19/4/2024), usai menghadiri forum yang mengusung tema “Developing Asia: New Engines for Growth” tersebut.
Baca Juga
Meski Ekonomi Global Bergejolak, Menko Airlangga Sebut Kepercayaan Investor ke Indonesia Masih Baik
Hal tersebut juga diperlihatkan melalui keputusan berbagai lembaga pemeringkat internasional untuk tetap mempertahankan Indonesia pada level Investment Grade. Moody’s pada 16 April 2024 menerbitkan Baa2 Stable Outlook untuk Indonesia, serta Fitch dan JCR pada Maret 2024 yang memberikan peringkat BBB (stable).
Cadev USD 140,4 Miliar
Ketahanan sektor eksternal juga tetap terjaga, yang ditunjukkan dengan posisi cadangan devisa tetap tinggi yaitu sebesar USD 140,4 miliar per akhir Maret 2024. Neraca perdagangan Indonesia juga terus mencatat surplus dalam 46 bulan terakhir, dan pada Februari 2024 tercatat sebesar USD 0,87 miliar.
“Setelah mencapai pemulihan ekonomi yang solid dari pandemi, Indonesia juga akan terus bergerak maju untuk mencapai Visi Emas 2045. Hal ini memerlukan pendekatan transformatif dalam pembangunan ekonomi melalui Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan produktivitas ekonomi. Selain itu, penerapan kebijakan ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi dalam negeri, serta kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Airlangga.
Indonesia juga sedang dalam proses bergabung dengan OECD dan berpotensi menjadi anggota OECD dari Asia ketiga, setelah Jepang dan Korea Selatan. Proses aksesi OECD diharapkan dapat menjadi katalisator penyempurnaan kebijakan dan peraturan yang unggul, serta sangat penting untuk meningkatkan investasi, produktivitas, dan konektivitas yang didorong oleh teknologi.
Baca Juga
Permendag No 36/2023 Direvisi, Airlangga: Siap Nggak Pengusaha Ritel Nggak Impor?
Pemerintah juga berupaya merumuskan kembali kebijakan yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan ramah lingkungan. Hal ini dilakukan bersamaan dengan upaya untuk terus memaksimalkan potensi pertumbuhan dan evolusi structural.
“Pemerintah berfokus pada kebijakan yakni antara lain meningkatkan peran sektor manufaktur, meningkatkan daya saing dan produktivitas melalui Strategi Pengembangan Ekonomi Digital 2030, serta mengembangkan ekonomi hijau dan energi terbarukan menuju target Net Zero Emission,” paparnya.
Menko Airlangga juga mengatakan bahwa forum Asia Business Council merupakan agenda yang sesuai, untuk meyakinkan para pebisnis besar dari Asia mengenai komitmen Indonesia untuk mempercepat pembangunan ekonomi dengan menjamin kesinambungan reformasi struktural, serta meningkatkan daya saing. Turut hadir forum tersebut antara lain yaitu Chairman of Asia Business Council Takeshi Niinami, Vice Chairman Asia Business Council Arif P Rachmat, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim.
“Dengan diumumkannya hasil resmi Pemilu Indonesia, keberlangsungan agenda pembangunan dipastikan tetap sejalan dengan dokumen perencanaan jangka panjang 2025-2045. Pemerintah Indonesia juga terbuka untuk mendukung inisatif investasi apa pun di sini, termasuk juga mendukung perdagangan dan pengembangan SDM,” ujar Menko Airlangga.
Pertumbuhan Ekonomi Asia Diproyeksi Turun
Menko Airlangga juga mengatakan perekonomian Asia diproyeksikan akan cukup tangguh di masa depan, meski kondisi perekonomian global harus berhadapan dengan gejolak geopolitik saat ini. Namun, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan memengaruhi rantai pasok beberapa komoditas ekspor dan impor di dunia.
"Hal itu juga akan berdampak bagi pertumbuhan di kawasan emerging Asia. Pertumbuhan diperkirakan turun dari sekitar 5,6% pada 2023 menjadi 5,2% pada 2024," paparnya.

