US-ASEAN Business Council Apresiasi Langkah Dialog Indonesia-AS
“Saya bercerita, agenda selama 4 hari berada di ibu kota Amerika Serikat tersebut. Beberapa kali bertemu dengan perwakilan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk membahas kebijakan tarif impor dan juga kerja sama antara Indonesia dengan AS,” ujar Menteri Keuangan sebagaimana dikutip dari laman Instagram @smindrawati pada Minggu (27/4).
Menkeu mengungkapkan bahwa USABC mengapresiasi dan menyambut positif upaya dialog dan tawaran kerja sama yang dilakukan Indonesia. “Ini menunjukkan komitmen Indonesia sebagai mitra dagang prospektif bagi AS,” ucapnya seperti dilansir laman Kementerian Keuangan, Minggu (27/4/2025).
Menteri Keuangan pun berharap kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan, dan berupaya bersama agar dampak ketidakpastian global bisa dihindarkan demi menjaga pertumbuhan ekonomi dan melindungi kesejahteraan banyak negara di dunia.
“Ini mempengaruhi beberapa indikator ekonomi, katakanlah seperti jumlah pengiriman barang antarnegara yang turun dan dampak ke outlook pertumbuhan (ekonomi)” kata Menteri Keuangan dalam kesempatan konferensi pers secara dari beberapa hari lalu.
Sebagai negara pertama yang menjangkau negosiasi, Sri Mulyani berharap Indonesia dapat memukau Presiden AS Donald Trump. Sebab, kata Bessent, sosok Donald Trump dikenal menghargai first mover.
Baca Juga
Menkeu: Indonesia Dorong Impor Energi dan Produk Pertanian dari AS
“Pesannya adalah memang keputusan pada akhirnya ada di Presiden Donald Trump dan oleh karena itu seluruh jalur yang dilakukan digunakan untuk berkomunikasi,” ucap dia.
Sementara itu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tawaran yang dibuat Indonesia kepada Amerika Serikat (AS) demi mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil dan saling bermanfaat. Meski begitu, tawaran yang dibuat tetap mengacu kepada kepentingan nasional.
“Dan dirancang untuk menjaga perimbangan setidaknya pada lima manfaat,” kata Airlangga.
Airlangga memaparkan, lima manfaat yang disasar dari tawaran Indonesia yaitu, pertama untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan energi nasional. Kedua, memperjuangkan akses pasar Indonesia ke AS.
“Khususnya dengan kebijakan tarif yang kompetitif bagi produk ekspor Indonesia,” ujar dia.

